^Kembali ke Atas

foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

Ibu Guruku Tukang Timbang Bayi

Ibu Guruku Tukang Timbang Bayi …

Oleh Didi Mardiyanto

Perumahan Taman Griya Kencana atau biasa disebut TGK, adalah salah satu perumahan yang ada di Kota Bogor. Walaupun secara administratif masuk ke wilayah kota bogor, namun lokasinya relatif cukup jauh dari ibukota Bogor. Seperti kebanyakan perumahan yang baru tumbuh, warga perumahan TGK sebagian besar adalah keluarga muda yang memiliki 1 atau 2 anak yang masih berada dikisaran antara 0 hingga 12 tahun.

Secara strata sosial, sebagian besar warga memang bekerja sebagai karyawan swasta, namun kebanyakan berada pada level yang tidak terlalu tinggi di perusahaannya. Ibu-ibunya sebagian besar adalah ibu rumah tangga yang kesehariannya adalah mengurus rumah dan anak balita mereka.

Kelembagaan Sosial di TGK tumbuh dengan baik. Salah satunya adalah Lembaga Posyandu yang dalam kegiatannya diawaki oleh ibu-ibu yang bekerja sebagai relawan yang menyandang gelar sebagai Kader Posyandu. Radio Komunitas Suara Kencana juga hadir, menyemarakkan TGK dengan beragam program penyiaran dan Program Off air yang secara berkala diadakan.

Pemikiran tentang perlunya dilahirkan satu lembaga baru, perlahan hadir ketika para Kader Posyandu mengisi slot siaran Kreasi Anak Griya di Radio Komunitas Suara Kencana. Para Kader Posyandu yang menjadi Host dalam acara Kreasi Anak Griya, agak tergagap-gagap ketika menyadari bahwa di TGK banyak anak yang sudah masuk usia TK tetapi tidak bisa ikut sekolah TK karena orang tua mereka menyatakan tidak mampu menyekolahkan anak mereka di sekolah TK. “ Biar aja … nanti langsung masuk SD “ ujar mereka ketika ditanya kenapa tidak disekolahkan ke sekolah TK.

Para Kader Posyandu yang kegiatannya berbasis kepada kesehatan anak balita, merenung dan berpikir bahwa akan timpang ketika asupan gizi dan pemantauan kesehatan yang mereka lakukan terhadap balita TGK, ternyata tidak diimbangi dengan asupan pendidikan sejak usia dini.

Bingung saat ingin membuat Proposal Kegiatan ? Tidak perlu bingung, karena membuat proposal itu tidaklah sesulit yang kita bayangkan. Sepanjang kegiatan yang akan kita usulkan itu memang sudah memiliki gambaran bentuk dan jenis kegiatannya, maka ide tulisan saat proses pembuatan Proposal, pasti akan mengalir dengan sendirinya.

Saat pembuatan Proposal, ada beberapa point yang harus termaktub dalam sebuah proposal. Point-point tersebut adalah sebagi berikut :

Latar Belakang Kegiatan, berisi paparan mengenai hal-hal yang menjadi latar belakang kegiatan yang akan kita laksanakan.

Maksud dan Tujuan, berisi paparan mengenai hal-hal yang menjadi Maksud serta Tujuan diadakannya kegiatan yang akan kita laksanakan.

Bentuk Kegiatan, berisi paparan yang berisi penjelasan bentuk dan jenis kegiatan yang akan kita adakan

Tempat dan Waktu Kegiatan, berisi paparan yang berisi penjelasan tentang lokasi kegiatan dan waktu pelaksanaan kegiatan.

Susunan Kepanitian, berisi penjelasan siapa saja personil yang duduk dalam kepanitian dari kegiatan yang akan dilaksanakan.

Anggaran Dana dan Sumber Pendanaan, berisi paparan secara detail Rencana Anggaran Biaya Kegiatan, serta rencana sumber pendanaan

Penutup, berisi kalimat penutup proposal yang pada intinya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan untuk terlaksananya kegiatan yang kita rencanakan.

 

Demikian beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan Proposal Kegiatan. Proposal yang baik adalah proposal yang mampu menjelaskan dengan tuntas rasa ingin tahu dari setiap pihak yang ingin berkontribusi dalam kegiatan yang akan kita laksanakan.

Beberapa contoh Proposal Kegiatan sebagai bahan referensi, dapat diunduh di link yang tersedia di bawah ini :

Proposal Pembangunan Masjid
Proposal Hari Kartini
Proposal Pemberantasan Buta Aksara
Proposal Pendirian Pusat Informasi Warga
Proposal Tahun Baru 1 Muharram
Proposal Lomba Menggambar
Proposal Pendirian Pusat Belajar