^Kembali ke Atas

foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

Terbayang nggak  jika anak kita sudah hampir menginjak usia 2 tahun, ternyata belum juga dapat berbicara ?  pasti kita akan dilanda kepanikan luar biasa.  Hal ini juga menimpa kami ketika anak kami yang pertama (Dhany), ternyata sangat lambat berbicara.  Dhany baru bisa berbicara setelah usianya 2 tahun.

Kami mendeteksi kelambatan bicara anak kami ketika usianya menginjak usia 18 bulan, tetapi tidak menunjukkan perkembangan bicara yang sesuai dengan usianya.  Dhany hanya bisa ah .. uh .. ah .. uh ketika meminta sesuatu, sehingga sangat membingungkan kami ketika Dhany meminta sesuatu, tetapi kami tidak mampu menangkap apa yang diinginkannya karena bicaranya yang tidak jelas.

Melihat kondisi tersebut, kami melakukan beberapa pemeriksaan dasar terhadap Dhany.  Kami mencoba memanggil namanya dari jarak sekitar 5 meter dan ternyata Dhany merespon panggilan tersebut dengan menolehkan kepalanya ke arah suara yang memanggilnya.  Kami mengucap syukur, karena berarti anak kami tidak memiliki masalah dalam pendengarannya.  

Setiap saat kami selalu melakukan rangsangan kepada Dhany agar dapat mengucapkan sesuatu dengan jelas.  Namun hingga ulang tahunnya yang kedua, Dhany tetap tidak menunjukkan perkembangan kemampuan bicaranya.  Tetapi untuk perkembangannya secara fisik relatif tidak memiliki masalah.  Gigi-gigi Dhany tumbuh dengan baik, Langit-langit Lidahnya juga tidak terlalu pendek yang berarti tidak ada peluang cadel, serta pada usia belum genap 2 tahun, Dhany sudah mampu berlari dengan keseimbangan yang cukup baik.

 

Sesuatu yang menurut kami adalah anugrah kemudian terjadi di bulan ke 2 setelah ulang tahunnya yang kedua.  Satu hari setelah berkunjung dari rumah Mbah Putri di Cempaka Baru,  Dhany tanpa dinyana dan diduga, tiba-tiba dapat lancar berbicara.  Gaya bicaranya tidak menunjukkan bahwa Dhany seperti anak yang memiliki problem bicara sebelumnya.  Dhany tiba-tiba lancar berbicara seperti layaknya anak yang selama ini disumpal mulutnya dengan LakBan, lalu ketika LakBan dibuka langsung dapat berbicara.

Kabar ini segera kami sampaikan kepada Orang Tua kami atau Mbah Putri dan Mbah Kakung Dhany.  Mereka nampak gembira dan senang.  Bahkan kegembiraan tersebut diwujudkan oleh Mbah Putri dengan membuat Nasi Kuning yang dibagikan kepada tetangga sekitar sebagai tanda syukur dan kegembiraan.

Sejak itu, Dhany semakin lancar berbicara.  Segala hal ditanyakannya.   Ketika kami membelikannya VCD Lagu Anak, Dhany juga dalam waktu singkat mampu menghapal dan menyanyikan Lagu Anak tersebut dengan sempurna.  Lengkap sudah kegembiraan kami dan hilang sudah kekhawatiran bahwa Dhany akan memiliki problem Bicara.

Kami segera melakukan sedikit analisa mengapa Dhany bisa bicara Tiba-tiba.  Kami mencoba mencari tahu apa yang terjadi di Cempaka Baru, karena setelah dari Cempaka Baru, Dhany tiba-tiba dapat lancar berbicara.  Berdasarkan penjelasan orang tua kami, ternyata selama 2 hari di Cempaka Putih, Dhany nampak asyik bermain dengan anak-anak usia 4-5 tahun yang kebetulan adalah cucu dari Ibu Siregar, tetangga kami di Cempaka Baru.  Nah, ternyata anak-anak tersebut termasuk dalam kategory anak yang lincah, comel, dan lantang berbicara.  Sepanjang 2 hari bermain dengan mereka, nampak Dhany dan teman-temannya tersebut asyik bermain seperti layaknya anak-anak.   Berteriak kencang, tertawa, dan saling berbicara dengan suara keras, adalah yang dilakukan oleh mereka semua ketika bermain.  Dhany terlihat juga ikut berteriak, berbicara dan tertawa dengan keras.

Nampaknya Dhany terpengaruh dengan gaya anak-anak tersebut, sehingga ketika kembali ke rumah kami di Bogor (waktu itu) Dhany langsung seperti anak yang lancar berbicara.  Ah ... terima kasih teman-teman Dhany ....... karena kalianlah Dhany bisa berubah.

Analisa lanjutan kami untuk mencari tahu kenapa sebelumnya Dhany nampak sulit berbicara, nampaknya menuju kepada satu kesimpulan, bahwa Lingkunganlah yang sangat mempengaruhi anak-anak kita dalam berbicara.  Menurut kami ada 2 hal yang kami anggap sebagai faktor pencetus kenapa Dhany memiliki problem terlambat berbicara. Faktor Pertama adalah karena Pengasuh yang terlalu pendiam.

Pengasuh Dhany sejak usia 3 bulan hingga 2 tahun ternyata memiliki karakter pendiam.  Praktis selama bekerja mengasuh Dhany, tidak pernah mengeluarkan suara atau sepatah kata apapun.  Pengasuh tersebut hanya berbicara ketika kami bertanya tentang sesuatu.  Dhany sendiri semasa bayi termasuk tipe anak yang ketika kondisinya sehat, relatif tidak terlalu banyak tingkah dan rewel.  Ketika bermainpun, sang pengasuh lebih suka membiarkan Dhany bermain dengan mainan yang ada, serta tidak pernah berinteraksi untuk bermain bersama Dhany.  Dampaknya, perkembangan bicara Dhany terhambat karena memang tidak pernah dilatih untuk berbicara.

Faktor Kedua adalah Dominasi Rekan Sepermainan.  Rumah kami di Bogor adalah rumah yang terbuka bagi siapa saja untuk bermain. Kami sendiri cukup senang jika ada anak-anak yang bermain teras rumah kami, karena berarti mereka dapat mengajak serta bermain anak kami Dhany.   Namun kami baru menyadari bahwa selama anak kami bermain dengan anak-anak di lingkungan rumah kami, ternyata seringkali dalam permainan tersebut ada anak yang suaranya sangat mendominasi.  Sayangnya kondisinya sangat berbeda dengan kondisi di Cempaka Baru, Anak yang suaranya selalu mendominasi tersebut adalah anak yang (maaf) Tuna Wicara.  Sehingga sepanjang permainan, suara yang keluar hanya suara huu  ...  aah ... eeh seperti umumnya anak yang memiliki kecacatan Tuna Wicara.  Karena suaranya sangat mendominasi, maka sepanjang permainan, suara yang didengar oleh Dhany

Berdasarkan pengalaman kami tersebut di atas, kami merekomendasikan untuk memastikan bahwa harus selalu ada interaksi secara verbal antara anak kita dengan kita selaku orangtua atau pengasuhnya.  Sebisa mungkin jauhkan anak kita yang sedang dalam masa perkembangan bicara dari beragam suara yang nantinya dapat mengganggu proses perkembangan bicara.  Hal ini karena proses Bicara terkait erat dengan Proses Mendengar.  Kosa Kata yang didengar akan menjadi Kosa Kata yang diucapkan.

Semoga tulisan ringkas tentang pengalaman kami memiliki anak yang terlambat bicara ini dapat berguna bagi orang tua yang saat ini tengah memiliki anak yang sedang dalam masa perkembangan berbicara.  Dhany sendiri saat ini tumbuh menjadi anak yang sehat, tukang komentar, dan selalu bertanya segala hal yang ia merasa belum tahu.