^Kembali ke Atas

foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

Guru Pos PAUD Butuh Sertifikasi

Oleh Didi Mardiyanto

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Pengalaman mendampingi sebuah Lembaga Sosial yang berkegiatan di bidang pendidikan dan berbasis sukarelawan, dalam bentuk Pos PAUD yang bernama Karang Balita, menyadarkan kepada saya bahwa memang banyak tantangan untuk mengelola sebuah lembaga yang berbasis sosial.

Sejak awal pendirian Pos PAUD yang saya dampingi, konsep awalnya adalah membangun lembaga pendidikan yang Murah Tapi Tidak Murahan, ternyata relatif sulit dalam hal menarik orang untuk mau bergabung menjadi pengelola, tanpa ada efek financial bagi mereka yang diajak bergabung.

Wal hasil, sukarelawan yang bersedia bergabung terbentur dengan basic pendidikan yang mereka miliki. Agak sulit memang menjalankan Lembaga Pendidikan, walaupun hanya setingkat PAUD, jika sumber daya yang dimiliki memang tidak berasal dari bidang pendidikan. Banyak para sarjana di lingkungan PAUD Karang Balita yang saya dampingi, menyatakan beribu alasan ketika diajak bergabung dan diberikan informasi bahwa honor yang didapatkan adalah ala kadarnya.

Tuntutan dari orang tua anak didik, agar disediakan guru yang memenuhi syarat bagi putra-putri mereka yang dititipkan di PAUD, terus disampaikan setiap kali ada pertemuan orangtua dan pengelola. Walaupun para orang tua menyadari bahwa Pos PAUD yang dikelola ini adalah Pos PAUD yang basisnya sukarelawan, tetapi tetap saja tuntutan Guru berkualitas selalu disampaikan. Hal yang wajar menurut saya. SK Dinas Pendidikan yang mensyahkan pendirian dan pengelolaan Pos PAUD, ternyata belum cukup menjadi modal untuk menyakinkan orang tua siswa bahwa para guru yang mengelola PAUD sudah dinyatakan memenuhi syarat pengelolaan dari instansi yang berwenang.

 

Desakan untuk mencari Guru yang tersertifikasi, menjadi semakin keras ketika pengelola Lembaga Pendidikan Komersial yang ada di sekitar Pos PAUD Karang Balita melakukan provokasi dengan komentar “ Ngapain anak di titipin di PAUD Karang Balita … Gurunya nggak ada yang sarjana …

Tantangan juga semakin berat ketika beberapa warga setempat yang juga aktivitis dalam bidang pendidikan anak, yang awalnya hanya mengelola TPA, juga ikut terprovokasi dengan membuat PAUD Tandingan yang mengusung Jargon “PAUD INI dikelola para Sarjana “ Entah apa yang ada di pikiran teman-teman TPA yang membuat PAUD Tandingan tersebut. Kabarnya, teman-teman TPA tersebut ingin mengelola PAUD yang memiliki nuansa Islam. Suatu pemikirian yang sangat picik untuk teman-teman TPA yang tidak mau membantu mengelola PAUD yang nyata-nyata berbasis sosial, hanya karena nama PAUDnya tidak berbau ISLAM. Apakah harus memakai nama PAUD Al-Muhajirin atau PAUD AL-AZHAR atau PAUD Al-Fatharani untuk menunjukkan kepada banyak orang bahwa sebuah PAUD dikelola dengan tetap mengembangkan nilai islam kepada anak didik ?  

Kembali kepada masalah Sukarelawan Pos PAUD Karang Balita dan pasti juga dialami oleh banyak Pos PAUD lainnya, yang memiliki masalah kepercayaan orang tua anak didik, karena memang nyatanya sebagian besar para para Guru Relawan adalah berijasah SMA. Sepertinya kita harus membantu banyak Sukarelawan Pos PAUD di seluruh penjuru negeri ini dalam bentuk pelatihan dan sertifikasi pendidikan PAUD untuk mereka. Upaya ini perlu dilakukan agar para sukarelawan ini dapat meningkatkan rasa percaya dirinya dalam mengelola sebuah lembaga pendidikan yang ditujukan untuk para orang tua yang berasal dari golongan bawah dan menginginkan anaknya mendapatkan pendidikan sejak usia dini.

Untuk Pos PAUD Karang Balita sendiri, para guru tetap semangat melakukan pengelolaan. Yang dikhawatirkan mereka adalah banyak orang tua yang merasa malu jika anaknya dititipkan di PAUD Karang Balita karena Lembaganya tidak dikelola oleh para sarjana. Karena rasa malu tersebut akhirnya lebih memilih tidak menitipkan anaknya di Pos PAUD tetapi lebih memilih membiarkan anaknya bermain di rumah.

Rumah Ilmu Indonesia sebagai sebuah lembaga yang fokus kepada bidang pendidikan, sepertinya dapat mengambil peran sertifikasi untuk para Sukarelawan Pos PAUD dan para pengelola Pos PAUD. Akan jadi kebanggaan dan membangun rasa percaya diri para sukarelawan PAUD dan para orang tua anak didik, jika pada Papan Nama Pos PAUD tercantuk sebaris kalimat “ Pos PAUD ini tersertifikasi oleh Rumah Ilmu Indonesia “ . Wassalamu’alaikum Wr. Wb.