^Kembali ke Atas

foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

Pilih Jualan Bakso atau ikut MLM ?

By Didi Mardiyanto

Pertanyaan di atas diajukan kepada saya oleh seorang kawan yang sedang dihadapkan pada pilihan kegiatan usaha sampingan untuk menambah penghasilannya. Kawan saya punya pilihan Jadi Pengusaha Bakso atau Ikut MLM. Sebagai seorang sahabat, saya mencoba memberikan beberapa pertimbangan kepada kawan saya tentang pilihan yang paling baik yang harus di ambil oleh kawan saya.

Saya mencoba memberikan beberapa fakta yang sering ditemui pada kebanyakan orang yang menjalani bisnis MLM. Beberapa fakta tersebut adalah sebagai berikut :

Fakta 1 : Ikut MLM Pasti Tidak Berani Terus Terang

Pada era saat ini, Semua pengikut MLM di tahap awal, pasti tidak pernah berani unjuk gigi dan terang-terangan memberikan pengumuman ke semua orang bahwa ia punya bisnis MLM. Beda dengan orang yang memulai bisnis bakso, pasti akan berani dan secara terbuka mengumumkan kepada banyak orang bahwa ia punya bisnis bakso.

 

Pada saat menawarkan produk usahanya, hampir sebagian besar pengikut MLM pasti tidak pernah berani secara langsung mengatakan “ Ayo beli produk MLM saya “ atau “Ayo Pak ikutan Bisnis MLM saya “. Penawaran produknya pasti putar-puter kemana-mana dahulu yang diujungnya baru menawarkan produk MLMnya. Beda dengan orang yang memulai usaha bisnis bakso, karena sejak awal sudah berani terus terang, pasti tidak perlu putar-puter kemana-mana hanya untuk bilang “silahkan dicoba produk bakso saya “

Pada setiap hari Sabtu atau minggu, para pengikut MLM biasanya menghadiri kegiatan pertemuan anggota MLM. Hal yang juga seringkali dijumpai pada pengikut MLM adalah ketidakberanian mereka berterus terang mau pergi kemana. Jika ada tetangga yang bertanya mau kemana, pasti akan dijawab dengan jawaban “mau ada acara” dan tidak berani bilang “mau pertemuan MLM ”. Entahlah Berbisnis kok tidak berani terus terang ?. Ini sudah jelas berbeda dengan pengusaha bakso yang jika ditanya orang mau kemana, pasti akan berani bilang “Mau Belanja Bahan Bakso”

Fakta 2 : Ikut MLM artinya cerai dengan kegiatan Sosial Kemasyarakatan

Jika ada pengikut MLM yang sebelumnya adalah aktivis kemasyarakatan, pasti kebanyakan mereka harus bercerai dengan aktivitas sosial kemasyarakatan. Semboyan “Jangan sia-siakan waktu luangmu untuk kegiatan yang tidak memiliki dampak finansial ke dirimu dan keluargamu” adalah semboyan yang mengharamkan waktu luang digunakan untuk kegiatan sosial yang tidak menghasilkan aspek finansial.   Jadi jangan aneh kalo di pengajian rutin mingguan akan ada celoteh “sejak Bisnis MLM, sekarang pak adi jadi jarang ke majelis”. Karena untuk memajukan bisnis MLM memang harus sering melakukan presentasi dan prospek ke banyak orang.

Cerai kegiatan Sosial menjadikan hanya aspek finasial dan komersial saja yang ada di kepala pengikut MLM. Jika ingin suskes di MLM, maka waktu luang adalah untuk prospek dan presentasi bisnis. Tidak boleh ada kesempatan yang dilewatkan untuk melakukan presentasi bisnis. Jadi kalo mau ikutan MLM, harus siap jika kerumunan warga yang sedang beraktivitas tiba-tiba saja bubar ketika kita datang, karena mereka berpikir kalo ada kita, pasti ujung obrolan selalu menawarkan MLM.

Ketika disinggung mengenai aspek sosial, para pengikut MLM pasti akan mengatakan bahwa apa yang mereka jalankan saat ini, akan juga memberikan manfaat sosial di kemudian hari, karena jika mereka sudah sukses dan kaya, mereka bisa membiayai beragam kegiatan sosial yang ada. Heran sekali … mau berkegiatan sosial kok nunggu jadi orang kaya ?

Fakta 3 :   Ikut MLM harus siap dilecehkan orang

Jika kita bergabung dengan bisnis MLM, maka ditahap awal kita memulainya, jangan kaget jika banyak kata-kata yang menusuk perasaan kita ketika kita bilang “aku punya bisnis MLM”. Kata-kata tersebut isalnya : “ Sialan … pasti mau nawarin MLM … saya ikut kalo kamu sudah lebih kaya dari saya …“ atau “ Kamu bukti’in dulu bisa kaya raya lewat MLM, baru saya ikut “.

Tapi kalo bisnis Bakso, saat kita bilang bahwa kita punya bisnis bakso, pasti orang akan bilang “wah hebat ya … mudah-mudahan bisa berkembang …”. Tidak akan ada orang yang bakal melecehkan ketika kita mengatakan punya bisnis bakso. Tetangga kanan kiri akan ikut senang ketika dikabarkan kita punya bisnis bakso. Tetapi jika kita punya bisnis MLM dan menyampaikan ke tetangga kanan-kiri, pasti sang tetangga akan bersungut-sungut dan berucap dalam hati “ kasihan .. mimpi pengin jadi orang kaya …. bukti’in kalo bisa anda bisa sukses di MLM”

Fakta 4 : Ketika Sukses di MLM harus pamer kekayaan

Ketika pebisnis MLM merasa dirinya mendapatkan manfaat dari bisnis MLM dan memperoleh penghasilan dan kekayaan dari binis MLM, maka sukses tersebut harus dipamerkan ke orang lain agar dipercaya. Jangan kaget kalo saat diajak ikutan MLM pasti akan dipamerkan Buku rekening Tabungan milik sang pebisnis MLM yang menunjukkan bukti adanya uang transfer hasil MLM. Cara memamerkannya biasanya dengan kata-kata “ Nih pak … baru 3 bulan sudah dapet bonus 5 juta .. ini buktinya … Ayo ikut pak biar bisa seperti saya “ dan dalam setiap kesempatan bertemu orang pasti akan selalu dipamerkan. Jadilah sang pemimpi kaya menjadi Pamer Kekayaan.

Urusan Pamer Kekayaan ini memang dididik sejak awal kita ikut kegiatan MLM. Pertama kali mengikuti kegiatan presentasi MLM, motivator MLM pasti akan menunjukkan beragam bukti kekayaan yang katanya didapatkan dari kegiatan MLM. Akan ditunjukkan Foto di depan Mobil Mewah, Foto di depan Rumah Mewah, Foto saat liburan ke Amerika, serta Foto saat Wisata ke Eropa. Ketika sedang trend isue religius mulai berkembang, juga dipamerkan Foto-foto pada saat sedang umrah ke tanah suci yang diklaim sebagai bonus MLM.

Sedangkan kalo kita bisnis Bakso, tidak perlu memamerkan kekayaan ke orang lain sebagai bukti klaim sukses di bisnis Bakso. Tidak perlu memamerkan buku tabungan dan memajang foto liburan ke luar negeri untuk menyampaikan ke banyak orang bahwa kita sukses. Orang lain yang menilai kita sukses, bukan kita sendiri.

Sampai fakta ke empat ini, kawan baik saya langsung bilang STOP ! karena merasa sudah mantap untuk tidak ikutan bisnis MLM. Padahal masih banyak fakta lagi yang akan saya sampaikan kepada kawan baik saya untuk membantunya memutuskan mau jadi pengusaha Bakso atau Ikut Bisnis MLM.