^Kembali ke Atas

foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

Makam Ibu Hawa

Usai kunjungan ke Masjid Qisos, kami kemudian bersiap untuk kembali ke Hotel Pemondokan di Mekkah. Sebelumnya kami diantarkan dahulu ke Pusat Perdagangan Qurnis di Kota Jeddah.   Di lokasi perdagangan qurnis ini, kami tidak merasa antusias.   Penyebabnya adalah ….. keuangan sudah menipis … ha ha ha ….

Dalam perjalanan kembali ke Mekkah, kami mampir sejenak di lokasi yang diyakini sebagai Makam Ibu Siti Hawa.

Tempat yang diyakini sebagai makam Ibu Siti Hawa ini hanyalah bangunan berbentuk biasa tanpa atap yang hanya dikelilingi dengan tembok setinggi 3 meter dan dilapisi dengan marmer.

Saat kami tiba disana, waktu sudah terlalu sore, sehingga kami hanya mendapatkan penjelasan tentang Makam Siti Hawa dari dalam bis dan hanya bisa melihat bangunan Makam Siti Hawa juga dari dalam bis.

Menurut pemandu tour kami, beberapa tahun lalu, kawasan makam Siti Hawa dibuat dengan megah. Namun seiring dengan pergantian kekuasaan di Arab Saudi yang sangat mengharamkan aktivitas berlebihan yang berkaitan dengan makam, maka kemegahan bangunan makam Ibu Siti Hawa kemudian dibongkar dan hanya disisakan pagar disekeliling bangunan. Sedangkan Makam Ibu Siti Hawa sendiri hanya ditutup dengan bentangan seperti bilik bambu berwarna merah yang sangat sederhana

AIR ZAM ZAM

Saat berada di Tanah Suci Mekkah dan Madinah, kenikmatan yang tiada tara kami rasakan, adalah kenikmatan ketika minum Air Zam Zam.   Saat pertama kali tiba di Masjid Nabawi Madinah, kami sempat salah mengindentifikasi lokasi tempat jamaah menikmati air zam zam. Pada lokasi pertama yang kami kunjungi, tulisan yang tertera di area tersebut adalah “Drinking Water”. Belakangan kami diberitahu bahwa area minum yang tertera tulisan “Drinking Water” adalah air minum biasa, dan bukan Air Zam Zam.   Jadi untuk memastikan bahwa air yang kita minum dari area minum tersebut adalah air zam zam, maka pastikan ada tulisan “Zam Zam Water” di area tersebut.

Di Masjid Nabawi, untuk menikmati Air Zam Zam dapat juga dilakukan di dalam masjid, dengan mengambil air yang tersedia dalam tong air yang ada di dalam Masjid. Tersedia Air Zam Zam dalam kondisi biasa dan Air Zam Zam dingin. Pada Tong Air Zam Zam tertera petunjuk jenis air zam zam. Ada yang dingin dengan label “Cold” dan yang biasa dengan label “Not Cold”. Petugas Kesehatan Haji Indonesia selalu mengingatkan para jamaah haji untuk menghindari minum air zam zam dingin, karena dapat menyebabkan kondisi badan yang lemah menjadi terserang flu.

Air zam-zam merupakan air yang memiliki keutamaan bagi umat Muslim. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sendiri sudah banyak menjelaskan mengenai kegunaan dari air zam-zam. Dimana sebaik-baiknya jenis air yang terdapat di muka bumi, yang paling baik adalah air zam-zam, itulah yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Hal ini dikarenakan di dalam air zam-zam sendiri tersimpan penawar penyakit sekaligus makanan mengenyangkan bagi tubuh.

Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam di mana manfaat dan kegunaan air zam-Zam sendiri tergantung tujuan dan maksud orang Muslim ketika meminumnya. Para ulama yang terdahulu pun mengambil kesimpulan, di mana Doa sesudah mengkonsumsi air zam-zam yang dibacakan merupakan doa mustajab.

Selain memanjatkan doa minum air zam-zam, ada baiknya mengikuti anjuran tata cara mengkonsumsi air zam-zam berikut ini: meminum air zam-zam sembari menghadap kiblat, kemudian membaca basmalah saat sebelum minum, sesudah minum membaca tahmid. Lalu ambil nafas 3 kali sebelum minum. Hindari minum dalam sekali teguk, melainkan minum dengan 2-3 kali tegukan. Setiap minum menyebut asma Allah dan membaca doa saat minum.

Saat meminum Air Zam Zam, kita disunnahkan untuk berdoa :

Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a wa rizqon waasi’an wa syifa’an min kulli daa-in

“Ya Allah aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizqi yang luas, dan kesembuhan dari segala macam penyakit“.

Saat kami berada di Masjidil Haram Mekkah, lokasi air zam zam juga dapat dengan mudah ditemui. Lokasi air zam zam dapat ditemui mulai dari pelataran masjidil haram, di area sholat masjidil haram, di sekitar area tawaf, dan di area sai.

Nah, berbeda dengan saat berada di Masjid Nabawi Madinah, saat berada di masjidil haram, sering kami jumpai jamaah haji yang memanfaatkan air zam zam untuk berwudhu. Bukan karena ada kekhususan berwudhu dengan air zam-zam, tetapi karena lokasi wudhu yang terlalu jauh dan tidak memungkinkan untuk menuju ke area wudhu tersebut.

Saya dan istri tercinta dengan terpaksa juga pernah mengambil wudhu di area air zam-zam. Ini kami lakukan karena kami batal wudhu, namun tidak memungkinkan untuk ke area wudhu yang lokasinya ada di pelataran masjidil haram.

Saat berada di tanah air, petugas pembimbing haji sudah mengajarkan kepada kami bagaimana melakukan wudhu hanya dengan menggunakan 1 gelas air. Nah, pelajaran berwudhu dengan 1 gelas air tersebut kami praktekkan saat berada di masjidil haram.

Mengutip dari buku 101 Kekeliruan Dalam Thaharah karya Sulaiman bin Abdurrahman Al-Isa, yang diterjemahkan oleh Kathur Suhardi, diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar, sebagian orang ada yang tidak mau wudhu dari air Zamzam karena pertimbangan keutamaan air Zamzam itu, dan dia memilih shalat dengan tayammum, padahal air ada di hadapannya. Perbuatan seperti ini termasuk kekeliruan yang nyata dan bertentangan dengan nash.

Allah telah berfirman dalam Surah Al-Maidah ayat 6 :

“Jika kalian tidak mendapatkan air, maka tayammumlah dengan menggunakan tanah yang baik (bersih).”

Allah tidak memberi keringanan dengan tayammum kecuali jika tidak ada air atau tidak sanggup mendapatkannya. Air Zamzam tidak ada bedanya dengan air-air yang lain.

Kata “air” disebutkan dalam bentuk tak terbatas, sehingga mencakup semua air, termasuk pula air Zamzam. Yang menguatkan diperbolehkannya wudhu dari air Zamzam adalah riwayat dari Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu dalam mensifati sebagian haji Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam , “Lalu beliau meminta setimba air Zamzam, lalu beliau minum darinya dan juga wudhu.” (Diriwayatkan Ahmad)

Al-Imam An-Nawawy berkata, “Menurut pendapat kami, tidak dimakruhkan bersuci dengan menggunakan air Zamzam, begitu pula pendapat ulama yang lain, kecuali Ahmad dalam satu riwayat. Dalil kami, tidak ada satu riwayat pun yang menyebutkan larangan bersuci dengan air Zamzam. Telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam , beliau bersabda :

“Air itu suci, tidak ada sesuatu pun yang membuatnya najis.”

Mengutip dari laman Wikipedia, Zamzam adalah air yang dianggap sebagai air suci oleh umat Islam. Zamzam merupakan sumur mata air yang terletak di kawasan Masjidil Haram, sebelah tenggara Kabah, berkedalaman 42 meter. Banyak peziarah yang melakukan ibadah Haji dan Umrah yang berkunjung ke sumur Zamzam, dan sebagian membawa pulang air Zamzam sebagai oleh-oleh.

Menurut ulama, tidak masalah membawa air Zamzam ke kampung halamannya. Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah berkata, "Barangsiapa yang membawa sesuatu dari air Zamzam, sungguh ulama-ulama salaf (zaman dahulu) telah melakukannya (dan itu tidak masalah)."

Menurut riwayat, mata air tersebut ditemukan pertama kali oleh Hajar setelah berlari-lari bolak-balik antara bukit Shafa dengan bukit Marwah, atas petunjuk Malaikat Jibril, tatkala Ismail, putera Hajar, mengalami kehausan di tengah padang pasir, sedangkan persediaan air tidak ada kemuliaan lewat air Zamzam melalui perintah Allah Ta'ala. Maka Allah mengutus Malaikat Jibril. Sesaat setelah Jibril menghentak kaki - yang kemudian menjadi tempat Zamzam itu, ibunda Nabi Ismail menampung air yang mengalir dengan menggali tanah di sekitar keluar airnya itu agar air itu tak hilang ketika dia ambil kantong minumnya.

Rasulullah melanjutkan, "Andai ibu Ismail tidak menampung air itu, tentu sekarang sumur Zamzam sudah jadi mata air yang mengalir." Jibril kemudian menceritakan bahwa lokasi itu kelak adalah Baitullah yang akan dibangun Ibrahim AS dan Ismail AS. Peristiwa itu terjadi 1910 SM, 2572 tahun sebelum kelahiran Rasulullah, atau sekitar 4000 tahun yang lalu.

Sumur Zamzam terletak 11 meter dari Ka'bah. Menurut salah satu keterangan, ia dapat menyedot air sebanyak 11-18,5 liter per detik, sehingga dapat menghasilkan 660 liter air per menit dan 39.600 liter per jamnya.

Dari mata air ini terdapat beberapa celah, di antaranya ada celah ke arah Hajar Aswad dengan panjang 75 cm, dengan tinggi 30 cm yang juga menghasilkan air sangat banyak. Beberapa celah mengarah kepada Shafa dan Marwa, serta ada yang mengarah pula ke arah pengeras suara dengan panjang 70 cm dan tinggi 30 cm.

Dahulu, di atas sumur Zamzam ada bangunan dengan luas 8 m × 10,7 m = 88.8 m2. Tapi bangunan ini ditiadakan untuk meluaskan tempat tawaf, sehingga ruang minumnya dipindahkan ke ruang bawah tanah di bawah tempat tawaf, dengan 23 anak tangga yang dilengkapi penyejuk udara. Tempat masuk ruang minumnya terpisah antara laki-laki dan perempuan. Di situ, terdapat 350 keran air minum, yaitu 220 ada di sisi ruang laki-laki dan 130 di sisi ruang perempuan. Sumur Zamzam yang telah dipagari dengan kaca tebal itu dapat dilihat dari ruangan laki-laki .

Dalam satu riwayat, dikatakan bahwa air Zamzam inilah yang dipakai untuk mencuci hati nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Dikatakan, selekas menyeberang sirath, manusia akan minum air Zamzam dan keringat mereka jadi lebih harum daripada kesturi. Di dalam dada mereka, tiada lagi kegelisahan, kebencian, pengkhianatan, kedengkian, dan kebencian. Lantas, merekapun masuk surga. Asy-Syaukani Rahimahullah menafsirkan makna sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentang 'air Zamzam itu tergantung tujuan orang yang meminumnya' itu merupakan dalil bahwa air Zamzam akan mendatangkan berbagai macam manfaat sesuai tujuan yang diinginkan orang yang meminumnya, baik yang berkenaan dengan hal-hal yang bersifat duniawi dan ukhrawi.

Al-Munawi dalam "Faidh al-Qadir" menyebutkan bahwa banyak ulama yang meminum air Zamzam dengan tujuan mereka, dan kemudian mereka pun mendapatkannya. Siapapun yang meminumnya dengan ikhlas, maka mereka akan mendapat pertolongan. Ummul-Mu'minin Aisyah R.ha diriwayatkan biasanya juga membawa air Zamzam ini sebagai oleh-oleh tiap kali mengunjungi Makkah.

Adalah termasuk keunikan air Zamzam adalah ia sulit dibekukan kecuali setelah melewati 1000 kali penyulingan. Air ini juga mengandungi 3000 miligram unsur senyawa kimia yang baik untuk tubuh di mana, di sumur lain di kota Mekkah saja, tiap-tiap sumur hanya mengandung 260 miligram/liter. Ini menunjukkan bahwa sumber air Zamzam berasal dari tempat yang sangat jauh, dan berbeda dengan air-air lain di kota Mekkah. Air mineral yang layak minum ini telah terbukti berperan dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit, yakni asam lambung, penyakit jantung koroner, ganggunan pencernaan, dan berbagai penyakit tulang, sendi, dan rematik. Zamzam juga punya keutamaan lain, yakni melancarkan peredaran darah atau menambah unsur penting ke dalam tubuh yang sakit melalui kulit.

Faidah-faidah Zamzam ini juga dikenal dalam nama-nama Arab berikut ini:

  • Syaba'ah, artinya mengenyangkan. Setiap orang yang meminum ini pasti akan merasa kenyang.
  • Murwiyah, artinya penyegar. Air ini sungguh menghilangkan dahaga bagi yang meminumnya.
  • 'Afiyah, artinya sehat. Air Zamzam memang dikenal dapat menolak penyakit.
  • Nafi'ah, artinya bermanfaat. Air Zamzam dikenal sangat bermanfaat, seperti menguatkan hati, atau menghilangkan ketakutan.
  • Maimunah, artinya berkah. Berkah air ini sudah sangat dirasakan banyak orang.
  • Barrah, artinya memiliki kebaikan. Air Zamzam ini sangat baik bagi yang meminumnya untuk memeroleh keberkahan.
  • Madhmunah, artinya bagus. Karena, indahnya air Zamzam ini, maka Allah Melarang suatu kaum dari bangsa Arab yang tinggal di sekitar sumur ini untuk bermaksiat.
  • Kafiyah, artinya mencukupi. Orang yang meminum ini akan merasa cukup atau puas saja.
  • Syifa' saqamin, artinya menyembuhkan penyakit. Karena air ini dapat dijadikan obat penyakit bagi yang meminumnya.
  • Mu'zhibah, artinya mencegah rasa dahaga. Rasanya antara manis atau tawar. Karena sifat inilah, air Zamzam punya fadhilah/keutamaan seperti ini. Hanya saja, setelah dibawa pulang ke Indonesia, rasanya sedikit berubah.
  • Tha'amu Tha'min, artinya mengenyangkan. Orang yang meminum air Zamzam akan merasa kenyang.
  • Hazmatu Jibril, artinya injakan tumit Malaikat Jibril. Sesuai dengan asal mulanya air Zamzam.
  • Maghfurah, artinya pengampunan. Orang yang minum air Zamzam, akan diampunkan dosanya.

Nama-nama yang berikut ini, didapati semua dari hadits-hadits hasan dan sahih. Ibnul-Qayyim rahimahullahu 'alaih berkata, "Aku dan selain diriku telah mengalami perkara yang ajaib tatkala berobat dengan air Zamzam. Dengan izin Allah, aku telah sembuh dari beberapa penyakit yang menimpaku. Aku juga menyaksikan seseorang yang telah menjadikan air Zamzam sebagai makanan selama beberapa hari, sekitar setengah bulan atau lebih. Ia tidak mendapatkan rasa lapar, ia melaksanakan thawaf sebagaimana manusia yang lain. Ia telah memberitahukan kepadaku bahwa, ia terkadang seperti itu selama empat puluh hari. Ia juga mempunyai kekuatan untuk berjima', berpuasa, dan melaksanakan tawaf."

Ibnul Qayyim melanjutkan, "Ketika berada di Mekkah, aku mengalami sakit dan tidak ada tabib dan obat (yang dapat menyembuhkannya). Akupun mengobatinya dengan meminum air Zamzam dan membacakan atasnya berulangkali (dengan al Fatihah), kemudian aku meminumnya. Aku mendapatkan kesembuhan yang sempurna. Akupun menjadikannya untuk bersandar ketika mengalami rasa sakit, aku benar-benar banyak mengambil manfaat darinya."

Razia Air Zamzam

Air Zamzam sangat menggoda banyak jamaah haji untuk membawanya ke tanah air. Walaupun setiap jamaah sudah diberikan jatah air zam-zam sebanyak 5 liter, namun banyak jamaah haji yang merasa jumlah tersebut masih jauh dari cukup untuk dapat dibagi-bagi ke kerabat di tanah air.

Ragam upaya dilakukan jamaah haji untuk “menyelundupkan” air zam-zam ke tanah air. Sebagian besar menggunakan modus memasukkan air zam-zam ke dalam botorl mineral ukuran 600ml, kemudian membungkus botol tersebut dengan menggunakan Lakban Kardus, dengan Harapan tidak terdeteksi oleh mesin X-ray.

Kami sempat tergoda untuk melakukan hal yang sama. Namun setelah berkali-kali diingatkan Ketua Kloter untuk tidak coba-coba memasukkkan air zam-zam ke dalam koper. Jika saat pemeriksaan di Bandara dijumpai air zam-zam di dalam koper, maka koper tersebut akan ditinggal di bandara, sehingga tidak mengganggu proses loading koper lainnya. Kami putuskan untuk membatalkan “menyelundupkan” air zam-zam.

“Insya Allah …. 10 liter air zam-zam yang menjadi jatah kita berdua, cukup untuk oleh-oleh teman dan kerabat kita yah … “ demikian istri tercinta mendukung keputusan saya untuk tidak memasukkan botol air zam-zam ke dalam Tas Koper besar kami.