^Kembali ke Atas

foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

Demam – Kaki Terinjak Jamaah Afrika

Pada saat prosesi umrah sunnah, sebenarnya ada kejadian kecil saat saya sedang melakukan tawaf memutari kabah. Suasana area tawaf pada saat itu sangat ramai dengan jamaah haji yang sedang melaksanakan tawaf, baik tawaf umrah, maupun tawaf sunnah. Ketika kami perhatikan, jamaah yang paling banyak melakukan tawaf pada saat itu adalah jamaah haji dari kawasan afrika.

Jamaah haji afrika dapat dikenali dengan ciri fisik dan postur tubuh mereka yang khas. Jamaah haji afrika memiliki ciri khas antara lain berkulit hitam, postur tubuhnya tinggi besar, dan saat melakukan tawaf seringkali dilakukan dengan berjalan cepat dan terkadang tidak memperhatikan kondisi kepadatan area tawaf. Beberapa dari mereka sering “Tabrak lari”, yaitu berjalan memutari kabah dengan ritme jalan cepat, menabrak begitu saja jamaah yang ada di depannya yang berjalan lebih lambat.

Saya dan rombongan yang melakukan tawaf dengan tetap berusaha mempertahankan keutuhan rombongan, harus bersusah payah menghindari rombongan pecah karena dihantam arus tawaf jamaah haji afrika tersebut. Pada salah satu putaran, ketika berhimpitan dengan salah satu jamaah haji afrika, jari kaki saya terinjak oleh mereka. Bisa dibayangkan, telapak kaki mereka yang besar menginjak jari kaki kami yang kecil, jadilah saya meringis menahan sakit.

Kejadian jari kaki terinjak jamaah haji afrika pada saat tawaf terjadi di 2 putaran tawaf. Jari kaki terinjak dua kali di tempat yang sama, tentu saja rasa sakitnya sangat luar biasa. Namun alhamdulillah, prosesi tawaf tersebut dapat kami selesaikan dengan baik.

Setibanya di hotel, jari kaki kami yang terinjak tersebut terlihat bengkak. Kami oleskan krim analgesik yang diberikan oleh petugas kesehatan saat kami berada di asrama haji. Istri tercinta juga membantu meringankan rasa sakit di telapak kaki dengan memberikan urutan dan pijatan di telapak kaki kami. Urutan dan pijatan istri tercinta dengan balsam yang kami bawa dari tanah air cukup meringankan rasa sakit yang saya rasakan.

Urusan kaki terinjak rupanya tidak tuntas dalam 2 hari. Rasa nyeri jari kaki yang terinjak masih tetap terasa. Pada hari ketiga, saya mengalami demam yang lumayan tinggi. Stock Obat parasetamol, obat antipiretik untuk menurunkan demam yang kami bawa dari tanah air sudah habis. Stok obat tersebut lebih cepat habis karena saat berada di madinah kami konsumsi obat tersebut untuk meredakan demam yang sempat kami rasakan.

Jadilah akhirnya saya diantar istri berobat ke dokter kloter untuk meminta obat penurun panas. Saat berhaji, tidak ada ruangan khusus yang disediakan sebagai ruangan klinik dokter. Jamaah haji yang ingin berobat harus datang langsung ke kamar pribadi petugas dokter. Saat kami tiba disana, agak lama salam dan ketukan pintu kami direspon. Ternyata ibu Dokter sedang melaksanakan sholat. Kami dilayani dengan baik. Setelah dimintakan Buku hijau kesehatan, kami ditanyakan apa yang menjadi keluhan kami, dan sesudahnya kami diberikan obat. Alhamdulillah kami diberikan obat yang kami butuhkan.

Kami meninggalkan kamar dokter setelah dokter mengambalikan Buku Hijau kesehatan kami. Sebelumnya dokter menuliskan sesuatu di kartu status kesehatan kami.

Sampai proses haji selesai, tercatat dalam Kartu Status Kesehatan, kami telah berkunjung ke kamar dokter sebanyak 3 kali kunjungan.

BERHAJI – PROSESI ARMINA

Persiapan Menuju Padang Arafah

Pagi itu pengumuman melalui speaker bergema di lorong hotel kami di mekkah. Pengumuman dari Ketua Kloter yang menginformasikan bahwa pada hari ini pukul 08.00, seluruh jamaah haji mandiri dari Kloter 12 JKS diminta untuk berkumpul di musholla hotel untuk mendapatkan penjelasan tentang persiapan untuk melaksanakan prosesi armina (Arafah – Muzdalifah – Mina)

Kami bergegas menuju musholla ketika waktunya tiba.   Sebagian jamaah haji sudah berkumpul di musholla hotel. Sebagian jamaah lainnya tidak terlihat di musholla karena kemungkinan sedang melakukan ibadah di Masjidil Haram.

Petugas Kloter, Petugas Bimbingan Haji, serta Petugas Medis bergantian memberikan informasi hal-hal yang perlu diperhatikan terkait dengan pelaksanaan Prosesi Armina. Beberapa point yang menjadi perhatian untuk pelaksanaan Prosesi Armina adalah sebagai berikut :

  1. Sebelum berangkat harus melakukan Mandi Besar, Niat Haji, dan memakai ihram
  2. Turun dari Hotel ke Lobby menunggu informasi panggilan dari Petugas
  3. Membawa Perlengkapan perorangan dalam 1 tas tentengan.
  4. Bekal makan siang untuk disantap ketika tiba di Arafah

Hari proses Armina pun akhirnya tiba. Pagi usai sholat subuh, kami Mandi, berwudhu, berpakaian Ihram, melaksanakan sholat sunat ihram 2 rakaat, dan mengucapkan niat haji :

“Kupenuhi panggilan-Mu Ya Allah untuk berhaji.”

Pukul 07.00 pagi, seluruh jamaah sudah berkumpul di depan kamar hotel sambil menunggu panggilan petugas untuk turun ke lobby hotel.

Waktu menunjukkan hampir jam 9 pagi, Ketika akhirnya panggilan untuk turun ke lobby tiba. Kami beserta jamaah haji lain, bergegas untuk turun ke lobby Hotel. Situasi lobby hotel saat kami turun sudah dipenuhi dengan jamaah dari kloter lain. Kami kemudian diarahkan oleh ketua kloter untuk menunggu di trotoar jalan di samping hotel pemondokan kami.

Tiba di luar hotel, ternyata kami masih harus menunggu, karena bis yang akan mengangkut kami belum tiba.

Cukup lama kami menunggu. Pukul 10.40, bis yang akan membawa kami ke Arafah akhirnya tiba. Bis terlambat datang karena kondisi lalu lintas pada saat waktu pelaksanaan Armina, sangat luar biasa padat.

Tiba di Padang Arafah

Kepadatan lalu lintas membuat Perjalanan bis dari Hotel Pemondokan ke kawasan Arafah memakan waktu 2 jam perjalanan.  

Ketika akan bernagkat ke Arafah, kami membaca doa :

“Ya Allah hanya kepada-Mu aku menghadap dan hanya kepada-Mu Yang Maha Murah aku mengharapkan, maka jadikanlah dosaku terampuni, hajiku diterima, kasihanilah aku dan jangan Engkau mengabaikanku. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Sepanjang perjalanan menuju ke Arafah, kami semua bertalbiyah :

“Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, ya Allah aku penuhi panggilan -Mu. Sesungguhnya segala puji, kemuliaan dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.”

Juga membacakan salawat :

“Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.”

 Do’a sesudah shalawat:

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon keridaan-Mu dan surga, kami berlindung pada-Mu dari murka-Mu dan siksa neraka. Wahai Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksa neraka”.

Tepat pukul 12.30, kami tiba di Kawasan Arafah.   Pada setiap musim haji, Pemerintah mendirikan tenda-tenda di Kawasan Arafah sebagai tempat bagi para jamaah yang akan melaksanakan ritual haji. Kawasan Arafah dibagi berdasarkan maktab, dimana di setiap maktab dipisahkan oleh pagar kawat yang cukup tinggi.

Bis mengantar kami hingga ke depan pintu masuk Maktab. Turun dari bis, kami kemudian menuju ke Tenda yang sudah dipersiapkan untuk kami.

Setiap Kloter mendapatkan jatah 2 tenda besar. Setiap tenda akan diisi oleh 5 rombongan. Setiap rombongan terdiri dari 4 Regu. Setiap regu terdiri dari 10 jamaah haji. Jadi dalam 1 tenda ada 200 jamaah haji. Dapat dibayangkan sendiri seperti apa kepadatan jamaah di dalam tenda saat berada di Padang Arafah.

Saat tiba di Arafah kami berdoa :

“Ya Allah, hanya kepada Engkaulah aku menghadap, dengan Engkaulah aku berpegang teguh, pada Engkaulah aku menyerah diri. Ya Allah, jadi kanlah aku di antara orang yang hari ini Engkau banggakan di hadapan Malaikat-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Tenda yang disediakan untuk kloter kami, dan hampir seluruh kloter lainnya, terlihat bukan tenda yang baru. Tetapi tenda yang nampaknya sudah berulangkali dipergunakan pada saat musim haji. Kondisi tenda pada beberapa titik nampak terlihat sobek, kusam, dan kotor.

Namun karena ini adalah ritual ibadah, tidak ada satupun jamaah yang mempermasalahkan kondisi tenda. Lagipula, kami hanya bermalam 1 malam saja di tenda ini. Setiap tenda dilengkapi dengan 2 unit Blower untuk meredam hawa panas yang luar biasa di musim haji ini.

Untuk fasilitas penerangan, pada setiap tenda terdapat 2 unit Lampu Neon berukuran besar yang dirasakan belum mampu memberikan penerangan yang memadai.

Cuaca padang arafah pada siang hari mencapai 45 derajat celcius. Suhu yang sangat tinggi untuk ukuran jamaah haji asal Indonesia.  

Blower yang dipasang pada setiap tenda, kami rasakan tak mampu mengurangi rasa hawa panas di dalam tenda. Jadilah setiap jamaah menyemprotan badan dan muka dengan semprotan air yang dibawa selama berada di tanah suci.

Kondisi panas yang luar biasa membuat beberapa jamaah haji jatuh pingsan. Penyebabnya adalah dehidrasi karena suhu udara yang sangat tinggi. Untuk menghindari jamaah dari penyakit akibat dehidrasi, setiap jamaah diberikan jatah 9 botol air mineral untuk kebutuhan 1 hari.

Sampai sejauh ini, kami tetap merasakan keberkahan yang luar biasa saat bisa berada di padang arafah menanti waktu wukuf.   Ini adalah impian bagi sebagian besar umat muslim yang berada di seluruh belahan dunia. Alhamdulillah, Allah Subhana Wa Ta’ala memberikan kesempatan kepada kami untuk berada di sini. Rasa Keberkahan inilah yang menjadikan kami tetap berusaha menerima kondisi apapun yang kami hadapi di padang arafah.   Paling Utama adalah selalu memanjatkan doa agar senantiasa diberikan kekuatan dan kesehatan untuk menjalani seluruh rangkaian prosesi haji.

Fasilitas yang ada di Perkemahan Padang Arafah boleh dibilang sangat minim. Lokasi Toilet letaknya cukup jauh dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Untuk memudahkan mencari toilet, terdapat papan petunjuk lokasi toilet yang dipasang di atas tiang tinggi.

Jumlah kamar mandi yang ada di setiap lokasi Toilet ada 10 kamar mandi. Jumlah 10 kamar mandi itu jika dibandingkan dengan jumlah jamaah haji dalam 1 maktab yang mencapai 2.000 orang jamaah haji, hampir dipastikan selalu terjadi antrian panjang jika ingin memanfaatkan toilet.

Cuaca arafah yang mencapai 45 derajat celcius, menyebabkan air yang tersimpan di dalam torens air menjadi panas. Jadi bisa dibayangkan siang hari yang panas menggunakan Toilet dengan air yang panas.

Ketika Malam tiba, kami harus berbagi ruang dengan jamaah lainnya, sehingga kami dapat beristirahat untuk menunaikan wukuf esok hari.   Selama berada di padang arafah, seluruh jamaah harus menghindarkan diri dari saling berbantah-bantahan, sehingga kita harus melakukan pengaturan untuk tidur malam hari di ruangan yang sempit dan terbatas.

Alhamdulillah, tidak ada masalah apapun terkait keterbatasan ruangan di dalam tenda, dan semua jamaah dapat beristirahat malam dengan baik.

Angin Kencang melanda

Pada sore menjelang mahrib, kawasan Padang Arafah dilanda angin kencang. Kekuatan anginnya kami rasakan sedemikian kencangnya, sehingga kami semua berbagi tugas untuk memegang tiang-tiang tenda agar tidak roboh tersapu angin.   Suasana mencekam sempat terjadi, karena salah satu tiang tenda yang dipegang oleh jamaah perempuan, hampir saja terangkat, namun bisa dicegah oleh jamaah laki-laki yang segera mengambil alih.

Kami semua bersholawat, bertasbih, dan berdoa memohon perlindungan kepada Allah Subhanna Wa Ta’ala agar dihindarkan dari bencana dan dimudahkan menjalankan prosesi haji kami.   Beberapa saat kemudian, Alhamdulillah, angin akhirnya reda.  

Tiba di Padang Arafah

Kepadatan lalu lintas membuat Perjalanan bis dari Hotel Pemondokan ke kawasan Arafah memakan waktu 2 jam perjalanan.  

Ketika akan bernagkat ke Arafah, kami membaca doa :

“Ya Allah hanya kepada-Mu aku menghadap dan hanya kepada-Mu Yang Maha Murah aku mengharapkan, maka jadikanlah dosaku terampuni, hajiku diterima, kasihanilah aku dan jangan Engkau mengabaikanku. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Sepanjang perjalanan menuju ke Arafah, kami semua bertalbiyah :

“Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, ya Allah aku penuhi panggilan -Mu. Sesungguhnya segala puji, kemuliaan dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.”

Juga membacakan salawat :

“Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.”

 Do’a sesudah shalawat:

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon keridaan-Mu dan surga, kami berlindung pada-Mu dari murka-Mu dan siksa neraka. Wahai Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksa neraka”.

Tepat pukul 12.30, kami tiba di Kawasan Arafah.   Pada setiap musim haji, Pemerintah mendirikan tenda-tenda di Kawasan Arafah sebagai tempat bagi para jamaah yang akan melaksanakan ritual haji. Kawasan Arafah dibagi berdasarkan maktab, dimana di setiap maktab dipisahkan oleh pagar kawat yang cukup tinggi.

Bis mengantar kami hingga ke depan pintu masuk Maktab. Turun dari bis, kami kemudian menuju ke Tenda yang sudah dipersiapkan untuk kami.

Setiap Kloter mendapatkan jatah 2 tenda besar. Setiap tenda akan diisi oleh 5 rombongan. Setiap rombongan terdiri dari 4 Regu. Setiap regu terdiri dari 10 jamaah haji. Jadi dalam 1 tenda ada 200 jamaah haji. Dapat dibayangkan sendiri seperti apa kepadatan jamaah di dalam tenda saat berada di Padang Arafah.

Saat tiba di Arafah kami berdoa :

“Ya Allah, hanya kepada Engkaulah aku menghadap, dengan Engkaulah aku berpegang teguh, pada Engkaulah aku menyerah diri. Ya Allah, jadi kanlah aku di antara orang yang hari ini Engkau banggakan di hadapan Malaikat-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Tenda yang disediakan untuk kloter kami, dan hampir seluruh kloter lainnya, terlihat bukan tenda yang baru. Tetapi tenda yang nampaknya sudah berulangkali dipergunakan pada saat musim haji. Kondisi tenda pada beberapa titik nampak terlihat sobek, kusam, dan kotor.

Namun karena ini adalah ritual ibadah, tidak ada satupun jamaah yang mempermasalahkan kondisi tenda. Lagipula, kami hanya bermalam 1 malam saja di tenda ini. Setiap tenda dilengkapi dengan 2 unit Blower untuk meredam hawa panas yang luar biasa di musim haji ini.

Untuk fasilitas penerangan, pada setiap tenda terdapat 2 unit Lampu Neon berukuran besar yang dirasakan belum mampu memberikan penerangan yang memadai.

Cuaca padang arafah pada siang hari mencapai 45 derajat celcius. Suhu yang sangat tinggi untuk ukuran jamaah haji asal Indonesia.  

Blower yang dipasang pada setiap tenda, kami rasakan tak mampu mengurangi rasa hawa panas di dalam tenda. Jadilah setiap jamaah menyemprotan badan dan muka dengan semprotan air yang dibawa selama berada di tanah suci.

Kondisi panas yang luar biasa membuat beberapa jamaah haji jatuh pingsan. Penyebabnya adalah dehidrasi karena suhu udara yang sangat tinggi. Untuk menghindari jamaah dari penyakit akibat dehidrasi, setiap jamaah diberikan jatah 9 botol air mineral untuk kebutuhan 1 hari.

Sampai sejauh ini, kami tetap merasakan keberkahan yang luar biasa saat bisa berada di padang arafah menanti waktu wukuf.   Ini adalah impian bagi sebagian besar umat muslim yang berada di seluruh belahan dunia. Alhamdulillah, Allah Subhana Wa Ta’ala memberikan kesempatan kepada kami untuk berada di sini. Rasa Keberkahan inilah yang menjadikan kami tetap berusaha menerima kondisi apapun yang kami hadapi di padang arafah.   Paling Utama adalah selalu memanjatkan doa agar senantiasa diberikan kekuatan dan kesehatan untuk menjalani seluruh rangkaian prosesi haji.

Fasilitas yang ada di Perkemahan Padang Arafah boleh dibilang sangat minim. Lokasi Toilet letaknya cukup jauh dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Untuk memudahkan mencari toilet, terdapat papan petunjuk lokasi toilet yang dipasang di atas tiang tinggi.

Jumlah kamar mandi yang ada di setiap lokasi Toilet ada 10 kamar mandi. Jumlah 10 kamar mandi itu jika dibandingkan dengan jumlah jamaah haji dalam 1 maktab yang mencapai 2.000 orang jamaah haji, hampir dipastikan selalu terjadi antrian panjang jika ingin memanfaatkan toilet.

Cuaca arafah yang mencapai 45 derajat celcius, menyebabkan air yang tersimpan di dalam torens air menjadi panas. Jadi bisa dibayangkan siang hari yang panas menggunakan Toilet dengan air yang panas.

Ketika Malam tiba, kami harus berbagi ruang dengan jamaah lainnya, sehingga kami dapat beristirahat untuk menunaikan wukuf esok hari.   Selama berada di padang arafah, seluruh jamaah harus menghindarkan diri dari saling berbantah-bantahan, sehingga kita harus melakukan pengaturan untuk tidur malam hari di ruangan yang sempit dan terbatas.

Alhamdulillah, tidak ada masalah apapun terkait keterbatasan ruangan di dalam tenda, dan semua jamaah dapat beristirahat malam dengan baik.

Angin Kencang melanda

Pada sore menjelang mahrib, kawasan Padang Arafah dilanda angin kencang. Kekuatan anginnya kami rasakan sedemikian kencangnya, sehingga kami semua berbagi tugas untuk memegang tiang-tiang tenda agar tidak roboh tersapu angin.   Suasana mencekam sempat terjadi, karena salah satu tiang tenda yang dipegang oleh jamaah perempuan, hampir saja terangkat, namun bisa dicegah oleh jamaah laki-laki yang segera mengambil alih.

Kami semua bersholawat, bertasbih, dan berdoa memohon perlindungan kepada Allah Subhanna Wa Ta’ala agar dihindarkan dari bencana dan dimudahkan menjalankan prosesi haji kami.   Beberapa saat kemudian, Alhamdulillah, angin akhirnya reda.  

Wukuf di Arafah

Waktunya pun tiba. “Haji adalah Arafah …… “ berkali-kali ucapan itu disampaikan Petugas Pembimbing Haji. Kami bersiap untuk wukuf di Arafah. Usai sholat Dzuhur berjamaah, kami mendengarkan Kutbah Arafah yang disampaikan oleh Ustadz Haikal Hassan.

Kami semua duduk dalam hening dan khusuk mendengarkan kutbah arafah yang disampaikan ustadz Haikal.   Air mata tak terasa menetes, kebahagiaan sebagai seorang muslim amat terasa. Ya Allah …. Berikan kami kesempatan untuk hadir kembali di Arafah.

Sesudahnya, kami semua bersimpuh menundukkan kepala dan memanjatkan doa untuk diri kami, keluarga, orang tua, adik dan kakak kami. Memanjatkan doa agar kami semua senantiasa dalam perlindunganNya, memohonkan ampun atas segala dosa yang telah kami perbuat, serta memohonkan kesejahteraan dan keselamatan untuk kami di dunia dan akhirat.

Saat Wukuf di arafah,kami juga berdoa :

“Tidak ada Tuhan selain Allah satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya semua pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha hidup tidak mati. Di tangan-Nyalah segala kebajikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ya Allah, jadikanlah cahaya terang di kalbuku, di pendengaranku, di penglihatanku, di lidahku, di sisi kanan dan di sisi kiriku, di atas dan di bawahku, di hadapan dan di belakangku. Ya Allah, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah segala urusanku. Ya Allah hanya milik-Mulah segala puji seperti yang Kau ucapkan, dan sebaik-baiknya apa yang kami katakan.

Ya Allah, hanya untuk-Mu shalatku, ibadahku, hidupku, matiku dan kepada Engkaulah kepulanganku dan kepada Engkau pulalah tumpuan harapanku. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari segala godaan-godaan bisikan, dalam hati kekacau balauan segala urusan dan dari siksa kubur.

Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kejahatan yang menyelinap di gelap malam, dari kejahatan di waktu siang hari dan dari kejahatan yang dihembuskan angin serta dari kejahatan bencana masa.

Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari berubahnya kesehatan pemberian-Mu dan dari bencana yang datang tiba-tiba dan dari segala murka-Mu.

Ya Allah, tunjukilah aku dengan petunjuk Al-Qur’an. Ampunilah dosaku di dunia dan di akhirat.

Wahai Tuhan yang sebaik-baik yang dimaksud dan sebaik-baik yang memberi tempat semurah-murah yang memnuhi permintaan. Anugerahkanlah kepadaku di sore hari ini sebaik-baiknya yang telah Engkau anugerahkan kepada salah seorang makhluk-Mu dan pengunjung rumah-Mu (jamaah haji). Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih, lebih dari segala yang pengasih.

Ya Allah, Maha Pengangkat derajat serta yang menurunkan berkah. Ya Allah, Pencipta bumi dan langit gemuruhlah suara-suara aduan kepada Engkau dengan aneka ragam bahasa. Mereka memohon kepada-Mu berbagai keperluan, dan keperluanku. Ya Allah, kiranya Engkau tidak melupakanku di tempat tujuan ketika penduduk dunia melupakanku.

Ya Allah, Engkau Pasti mendengar perkataanku dan Engkau melihat tempatku, Engkau mengetahui apa yang aku rahasiakan dan apa yang aku lahirkan, tiada sesuatu yang rahasia bagi Engkau dari urusanku, aku ini seorang yang menderita dan memerlukan bantuan, yang gemetar minta dilindungi, yang mengakui dosanya.

Aku mohon kepada Engkau dengan permohonan orang-orang yang minta dikasihani, mengharap kepada Engkau dengan harapan orang-orang yang berdosa lagi hina. Aku mohon kepada Engkau, dengan permohonan orang yang sangat takut dan khawatir, ialah orang yang menundukkan kepala di hadapan Engkau, berlinang air matanya, lunglai jasadnya, dan dipasrahkan seluruh tubuhnya.

Ya Allah, janganlah Engkau jadikan doaku kepada-Mu menjadikan aku sial dan celaka, dan jadikanlah doaku sebagai harapan agar Engkau tetap sayang kepadaku, wahai Tuhan yang sebaik-baik tempat meminta dan semurah-murah pemberi.

Ya Allah, Engkau telah menetapkan memberi anugerah penghormatan untuk para tamu, kami ini tamu-Mu maka tetapkanlah surga itu anugerah penghormatan buat kami.

Ya Allah, Engkau sesungguhnya bagi setiap tamu berhak mendapatkan penghormatan dan setiap pengunjung mendapatkan kemuliaan (karomah) dan setiap pemohon mendapatkan pemberian dan setiap pengharap mendapatkan pahala dan setiap orang yang mengharapkan sesuatu pada-Mu mendapatkan balasan dan setiap pemohon kasih mendapatkan rahmat, dan setiap orang yang mempunyai keinginan ke hadapan-Mu mendekapatkan kedekatan dan setiap orang yang bertawassul kepada-Mu mendapatkan ampunan. Sekarang kami ini telah datang ziarah ke Baitullah, kami wukuf di tempat yang agung dan kami telah menyaksikan pemandangan-pemandangan yang mulia karena mengharapkan sesuatu pada-Mu, maka janganlah menghampakan harapan kami wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.

Ya Allah, ampunilah dosa muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup atau sudah wafat, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar; Maha dekat lagi mengabulkan permintaan wahai Dzat yang mencukupi kebutuhan. Ya Allah tolonglah kami, seperti pertolongan yang Engkau berikan kepada orang-orang yang Engkau cintai untuk mengalahkan musuh-Mu.

Ya Allah, janganlah msusuh-musuh kami baik yang di luar maupun yang di dalam diberi kesempatan untuk menguasai kami dengan sebab dosa-dosa kami.

Ya Allah, stabilkanlah keamanan negeri kami, damaikanlah para pemimpin negara kami, jadikanlah mereka golongan orang yang takut dan takwa kepada-Mu wahai Tuhan alam semesta.

Ya Allah, rukunkanlah dan damaikanlah semua pemimpin umat islam, tolonglah islam dan kaum muslimin dan tinggikanlah kalimat-Mu sampai hari kiamat. Jadikanlah negara kami Indonesia negara yang aman sentosa danb penuh berkah demikian pula negara-negara Islam lainnya.

Ya Allah, jauhkanlah kami dari kesulitan ekonomi, bencana dan wabah, perbuatan keji dan munkar, kezaliman, serangan dan ancaman yang beraneka ragam, keganasan dan segala ujian baik yang nampak maupun yang tersembunyi dari negara kami Indonesia khususnya dan negara-negara Islam pada umumnya. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.

Wahai Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau menjadikan dengki dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan sekiranya Engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.

Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari isteri/suami dan keturunan kami sebagai buah hati dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.

Ya Allah ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di akhirat dan hindarkan kami dari api neraka. Semoga salam dan sejahtera tercurah pada junjungan kami nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam , keluarga dan para sahabatnya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.