^Kembali ke Atas

foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

2011 - PERJALANAN RELIGIUS INI BERMULA

Registrasi Haji

Hari Sabtu dan Minggu adalah hari kami bersama keluarga. Biasanya kami sudah merancang kegiatan apa yang akan kami lakukan disepanjang Libur Sabtu dan Minggu ini. Tapi saat itu tidak ada rencana kegiatan yang kami agendakan. Kami memilih berkumpul bersama keluarga di rumah sederhana kami. Usai menyantap sarapan pagi, dengan menu istimewa - satu piring nasi pecel dengan bumbu yang dikirimkan langsung dari Blora - istri tercinta menyampaikan sesuatu yang menjadi awal cerita perjalanan haji kami.

“Siapkan kelengkapan persyaratan dokumen haji ya yah …” kata istriku sambil menyerahkan brosur dari Bank Mandiri Syariah Cabang Cibubur tentang pembiayaan Haji ke Tanah Suci dengan menggunakan mekanisme biaya talangan. Sejak tahun 2002, skema pembiayaan Dana Talangan haji sudah mulai ditawarkan kepada masyarakat oleh beberapa Bank Syariah di Tanah Air.

Keputusan untuk mengikuti skema Dana Talangan Haji kami lakukan setelah membaca surat Fatwa yang dikeluarkan oleh MUI yang memfatwakan bahwa Pembiayaan Ibadah Haji dapat menggunakan Skema Pembiayaan Dana Talangan Haji.

Pembiayaan Talangan Haji adalah pinjaman (Qard) dari bank Syariah Mandiri kepada nasabah untuk menutupi kekurangan dana guna memperoleh kursi (seat) haji pada saat pelunasan BPIH (BiayaPerjalanan Ibadah Haji).

Dana talangan ini diberikan oleh Bank dengan melakukan penilaian kemampuan nasabah untuk mengembalikan dana talangan tersebut. Nasabah kemudian wajib mengembalikan sejumlah uang yang dipinjam itu dalam jangka waktu tertentu.  Atas jasa peminjaman dana talangan ini, bank Syariah memperoleh imbalan (fee/ujrah) yang besarnya tidak didasarkan pada jumlah dana yang dipinjamkan.

Saat menandatangani Akad Dana Talangan Pembayaran Haji dengan pihak Bank Syariah Mandiri, kami meminta opsi jangka waktu pelunasan selama 2 tahun. Artinya dalam jangka waktu 2 tahun sejak akad ditandatangani, kami harus sudah melakukan pelunasan Dana Talangan Pembayaran Haji tersebut. Tidak ada kewajiban cicilan per bulan dengan jumlah tertentu dalam akad yang kami tandatangani. Kewajiban pelunasan dapat dilakukan kapan saja selama masa periode 2 tahun tersebut. Alhamdulillah, kami dapat melakukan pelunasan dan memenuhi akad perjanjian tersebut sesuai dengan kesepakatan Akad yang kami tandatangani

Lembaga–lembaga Keuangan Syariah di dalam menerapkan Dana Talangan Haji merujuk kepada Fatwa DSN (Dewan Syariah Nasional) MUI Nomor 29/DSN-MUI/VI/2002 tanggal 26 Juni 2002 tentang biaya pengurusan haji oleh LKS (Lembaga Keuangan Syariah). Jadi akad qardh wa ijarah adalah gabungan dua akad, yaitu akad qardh (pinjaman) dengan akad ijarah (jasa), yaitu jasa LKS memberikan pinjaman kepada nasabah. Dalil utama fatwa DSN ini, antara lain dalil yang membolehkan ijarah (seperti Qs. Al-Qashash [28]:26) dan dalil yang membolehkan meminjam uang (qardh) (seperti Qs. Al-Baqarah [2]:282).

Ketentuan umum yang termaktub dalam Fatwa tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Dalam pengurusan haji bagi nasabah, LKS dapat memperoleh imbalan jasa (ujrah) dengan menggunakan prinsip al-ijarah sesuai fatwa DSN-MUI nomor 9/DSN-MUI/IV/2000.
  2. Apabila diperlukan, LKS dapat membantu menalangi pembayaran BPIH nasabah dengan menggunakan prinsip al-Qardh sesuai fatwa DSN-MUI nomor 19/DSN-MUI/IV/2001.
  3. Jasa pengurusan haji yang dilakukan LKS tidak boleh dipersyaratkan dengan pemberian talangan haji.
  4. Besar imbalan jasa al-ijarah tidak boleh didasarkan pada jumlah talangan al-Qardh yang diberikan LKS kepada nasabah.

Terlepas dikemudian hari ternyata ada Pro dan Kontra terhadap permasalahan Dana Talangan Haji, sampai dengan tulisan ini dibuat, belum ada pembatalan Fatwa DSN (Dewan Syariah Nasional) MUI Nomor 29/DSN-MUI/VI/2002 tanggal 26 Juni 2002 tentang biaya pengurusan haji oleh LKS (Lembaga Keuangan Syariah) yang menjadi dasar pemberian Dana Talangan Haji.  

Kebijakan pelarangan Dana Talangan Haji baru dikeluarkan pada Bulan Juni 2016 oleh Menteri Agama melalui Peraturan Menteri Agama Nomor 24 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 30 Tahun 2013 tentang Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji.

Di dalam peraturan itu disebutkan Bank Penerima Setoran Haji dilarang memberikan layanan dana talangan haji baik secara langsung maupun tidak langsung.   Tidak disebutkan sama sekali pernyataan soal aspek halal haram dalam Peraturan Menteri Agama tersebut. Bahkan dalam Peraturan Menteri Agama tersebut terdapat aturan yang menyatakan bahwa Bank masih diberikan waktu hingga tahun 2020 untuk menyelesaikan Dana Talangan haji yang telah dikeluarkan oleh Bank. Jika sampai dengan Tahun 2020 masih belum diselesaikan, Nomor Porsi jamaah juga masih tetap aktif.

Kami menilai bahwa Aspek pelarangan tersebut hanya dari aspek administrasi layanan pembayaran PBIH saja, dan tidak terkait dengan masalah Halal dan Haramnya. Pelarangan dilakukan hanya karena – Daftar Antrian Haji sudah terlalu panjang.

Atas keputusan kami memanfaatkan fasilitas Dana Talangan Pembiayaan Haji yang mengacu kepada Fatwa Dewan Syariah MUI, Kami dan istri tercinta menyerahkan segalanya kepada Allah Subhana Wa Ta’ala.

Kami segera mempersiapkan seluruh dokumen dan berkas yang dipersyaratkan oleh pihak Bank Mandiri Syariah cabang Cibubur untuk dapat memperoleh Pembiayaan Dana Talangan Haji.

Pada Hari Jumat, tanggal 21 Januari 2011, setelah beberapa hari sebelumnya kami melakukan penandatanganan Akad Pembiayaan Ibadah Haji di Kantor Bank Syariah Mandiri Cabang Cibubur, kami segera melakukan pengurusan Pendaftaran Calon Jamaah Haji ke Kantor Kementrian Agama Kota Bekasi untuk mendapatkan Nomor Porsi Ibadah Haji.

Setiba di kantor Kementerian Agama Kota Bekasi, kami langsung menuju ke Ruangan Pendaftaran Ruang pendaftaran Haji. Berkas permohonan pendaftaran haji kami serahkan kepada petugas. Setelah berkas dicek kelengkapannya, petugas melakukan penginputan data ke Aplikasi Siskohat.

Sesudahnya kami diminta untuk masuk ke dalam ruangan untuk pengambilan Pas Foto dan pengambilan sidik jari. Hanya menunggu selama 1 jam, berkas Pendaftaran haji kami sudah selesai. Petugas kemudian mempersilahkan kami untuk melakukan pembayaran ke Bank untuk mendapatkan Nomor Porsi Ibadah Haji.

Sesudahnya, Kami segera menuju ke Kantor Bank Syariah Mandiri Cabang Cibubur untuk proses Pelunasan Biaya Awal Biaya Haji. Alhamdulillah, setelah menunggu selama 2 jam, proses pendaftaran Haji kami selesai, dan kami mendapatkan nomor porsi yang nantinya dapat dicek secara berkala di situs Kemenag RI untuk mengetahui estimasi keberangkatan Haji.

“Alhamdulillah, langkah awal Ibadah Haji sudah kita lakukan …“ kata istriku seraya melanjutkan “Saatnya sekarang untuk mempersiapkan diri dengan ilmu dan akhlak, sehingga pada saatnya nanti, kita siap untuk berangkat ke tanah suci … ”

Saya hanya tersenyum dan menjawab pelan .. “Insya Allah kita sama-sama persiapkan hati, persiapkan ilmu dan akhlak hingga tiba saat keberangkatan …”

Akhirnya Waktunya Tiba

Handphone yang sedang saya letakkan di meja kerja kantor berdering. Pada layar handphone terpampang panggilan datang dari istri tercinta. “ Assalamualaikum …. Ada apa bun ? “ salam dan tanyaku saat menerima penggilan handphone tersebut.

“Alhamdulillah yah … barusan kantor urusan agama kecamatan menghubungi via handphone, tahun ini Insya Allah berangkat …” jawab istriku di seberang sana

Alhamdulillah, yang kami tunggu selama 4 tahun akhirnya tiba.   Ada perasaan senang dan haru mendapatkan kabar tersebut. Saatnya kami lebih kuat lagi menata hati dan menata iman untuk satu Ibadah yang menjadi dambaan muslim di seluruh dunia, ibadah yang sangat berat, ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik dan batin …. Ibadah Haji ke Tanah Suci.

Masih ada waktu sekitar 4 bulan untuk mempersiapkan segala sesuatu terkait dengan rencana perjalanan Ibadah Haji kami.

Rabu, 8 April 2015, pukul 08.00 pagi, kami melakukan pelaporan ke Kantor Urusan Agama Kecamatan Jatisampurna. Pelaporan ini dibutuhkan oleh Pihak Kantor Urusan Agama Kecamatan untuk memastikan berapa banyak jamaah asal kecamatan Jatisampurna yang menyatakan kepastian untuk berangkat ke tanah suci pada musim haji tahun 2015 ini.

“Selamat untuk Bapak dan Ibu yang pada tahun ini berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci …. “ demikian salam dari petugas kecamatan saat menerima kami di Kantor Urusan Agama Kecamatan Jatisampurna.

Pada pertemuan di Kantor KUA Kecamatan, petugas memberikan informasi seputar rencana perjalanan haji, tahapan yang harus dilakukan, serta persiapan dokumen yang dibutuhkan. Pertemuan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Jatisampurna tidak berlangsung terlalu lama. Sekitar pukul 10.00 acara selesai.   Kami putuskan untuk segera meluncur ke kantor tempat kami bekerja, karena izin yang kami minta adalah izin untuk masuk setengah hari kerja.

Saat berada di kantor, kami sempatkan untuk menelusuri web Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mencari informasi hal-hal terkait dengan kegiatan ibadah haji.

Kegiatan pencarian informasi secara mandiri harus dilakukan oleh Jamaah Haji yang memutuskan untuk beribadah haji tanpa melalui Yayasan yang mengelola Kelompok Bimbingan Ibadah Haji.

Alhamdulillah, situs www.kemenag.go.id yang dikelola oleh kantor kementerian Agama RI, ternyata dikelola dengan cukup baik. Informasi awal seputar ibadah haji dapat kami akses melalui situs tersebut.

Selain mengakses situs kementerian agama, kami juga mencari informasi seputar haji melalui aplikasi sosial media facebook. Kementerian Agama ternyata juga mengelola account resmi seputar Informasi Haji melalui media sosial facebook dengan nama account Informasi Haji.

Melalui situs Kementerian Agama RI, kami juga mendapatkan Ebook terkait Ibadah Haji, yang berisi Hak dan Kewajiban Jamaah Haji Reguler. Kami mengunduh ebook tersebut untuk menambah pengetahuan kami.

Kami juga menyempatkan untuk mencari informasi seputar haji melalui situs-situs islami yang tersebar di internet. Semuanya adalah dalam rangka mempersiapkan bekal haji bagi diri kami dan istri untuk berangkat ke tanah suci.

Ibadah Haji Reguler minimal akan berlangsung selama 40 hari terhitung sejak jamaah haji masuk asrama haji, sampai dengan kembali ke tanah air. Hal ini tentunya membutuhkan persiapan yang baik, agar selama berada di tanah suci tidak ada hambatan apapun yang dapat mengganggu kelancaran ibadah haji kami.

Beberapa hari kemudian, kami mendapatkan informasi tentang Dokumen apa saja yang harus kami persiapkan untuk kelengkapan Pelaporan Jamaah Haji di Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi. Informasi tersebut kami peroleh dari salah satu calon jamaah haji yang sama-sama berasal dari Kecamatan Jatisampurna.

Dokumen yang dibutuhkan cukup banyak. Kami segera melakukan pengaturan waktu kerja untuk memastikan dokumen yang dibutuhkan dapat tersedia tepat pada waktunya.

Beberapa dokumen yang harus segera kami urus adalah dokumen Surat Keterangan Domisili, Surat Keterangan Kesehatan dari Puskesmas, Pas Foto, dan dokumen Paspor.

Untuk Dokumen Foto mudah saja, kami hanya harus ke studio foto untuk membuat foto denngan spesifikasi cetak Foto Haji. Surat Keterangan Domisili juga relatif mudah, ada petugas kelurahan yang biasa kami mintakan pertolongan untuk mengurus dokumen kependudukan. Sedangkan Paspor dan Surat Kesehatan kami harus proses sendiri karena tidaklah mungkin mewakilkannya kepada orang lain.

Kami segera melakukan perencanaan untuk mengatur jadwal kerja kami dan istri. Pengaturan jadwal ini kami lakukan untuk memastikan beberapa dokumen yang harus diurus sendiri oleh kami dapat terselesaikan pada waktunya.

Saat itu kami tidak dapat langsung segera melakukan pelunasan BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) yang lebih dikenal di masyarakat dengan istilah ONH (Ongkos Naik Haji), karena masih harus menunggu penetapan dari pemerintah tentang berapa besaran BPIH yang harus dibayarkan oleh Jamaah Haji Tahun 2015.

Kementerian Agama bersama Komisi VIII DPR RI akhirnya menyepakati untuk menetapkan rata-rata direct cost Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1436H/2015M sebesar USD2.717. Artinya, dengan asumsi nilai tukar USD1 adalah 12.500, rata-rata BPIH 2015 sebesar Rp. 33.962.500,-.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Kesimpulan Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama yang diselenggarakan Rabu tanggal 22 April 2015. Rata-rata BPIH 1435H/2014M sebesar USD3.219. Artinya, BPIH 1436H/2015M ini terjadi penurunan sebesar USD502 dibanding BPIH tahun sebelumnya.

Hasil kesepakatan Kementerian Agama bersama Komisi VIII DPR RI tersebut kemudian ditetapkan oleh Presiden melalui Penandatanganan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2015 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1436 H/2015 M

Dalam Peraturan Presiden No. 64 Tahun 2015 itu disebutkan, bahwa BPIH Tahun 1436 H/2015 M itu meliputi biaya pemondokan di Makkah, dan biaya hidup.

Adapun besaran BPIH Tahun 1436H/2015M sebagaimana dimaksud untuk 12 (dua belas) embarkasi adalah:

  1. Embarkasi Aceh sebesar 2.401 dollar AS;
  2. Embarkasi Medan sebesar 2.404 dollar AS;
  3. Embarkasi Batam sebesar 2.556 dollar AS;
  4. Embarkasi Padang sebesar 2.561 dollar AS;
  5. Embarkasi Palembang sebesar 2.623 dollar AS;
  6. Embarkasi Jakarta sebesar 2.626 dollar AS;
  7. Embarkasi Solo sebesar 2.769 dollar AS;
  8. Embarkasi Surabaya sebesar 2.801 dollar AS;
  9. Embarkasi Banjarmasin sebesar 2.924 dollar AS;
  10. Embarkasi Balikpapan sebesar 2.926 dollar AS;
  11. Embarkasi Makassar sebesar 3.055 dollar AS;
  12. Embarkasi Lombok sebesar 2.962 dollar AS

Untuk pelunasan PBIH tersebut, kami segera melakukan perencanaan untuk mencairkan Tabungan kami. Bukan Tabungan di Bank, tapi tabungan dalam bentuk kendaraan.

Ya … untuk perencanaan pembiayaan haji, kami memang menyimpan dananya dalam bentuk Harta Bergerak, yaitu Mobil Dhaihatsu Xenia yang sambil menunggu jadwal keberangkatan haji, kami gunakan sebagai kendaraan operasional kerja kami.

Syukur Alhamdulillah, proses penjualan mobil untuk pelunasan BPIH, dapat berjalan dengan lancar. Kami bersyukur bahwa ketika tiba waktunya untuk berangkat haji, kami dimudahkan dalam mencairkan dana untuk pembayaran segala hal yang terkait dengan persiapan pemberangkatan Ibadah haji kami.

Proses pelunasan BPIH harus dilakukan di Bank yang menjadi tempat pembayaran Biaya Awal Perjalanan Haji. Ini artinya kami harus melakukan pelunasan BPIH di Bank Mandiri Syariah Cabang Cibubur.