^Kembali ke Atas

foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

BERHAJI – IBADAH FISIK HARUS SEHAT

Hari ini, Sabtu tanggal 25 April 2015, usai mengirimkan pesan singkat ke atasan kami di kantor, untuk meminta izin melakukan pemeriksaan kesehatan haji, tepat pukul 07.00 Wib kami berangkat menuju ke Puskesmas Jatisampurna yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kediaman kami di Grand Cibubur.

Ini adalah kali pertama kami berkunjung ke Puskesmas. Pagi hari suasana Puskesmas sudah ramai pengunjung. Sebagian besar adalah manula. Istri kami menuju loket pendaftaran untuk menanyakan bagaimana proses pemeriksaan kesehatan untuk calon jamaah haji. Petugas Loket menyampaikan informasi bahwa kami dapat melakukan pemeriksaan kesehatan di gedung baru puskesmas, seraya menunjukkan lokasi gedung baru puskesmas tersebut.

Kami segera bergeser ke Gedung Baru Puskesmas Jatisampurna. Di depan anak tangga terbawah tertulis informasi “alas kaki harap dilepas”, kami melepas sepatu kami seraya bergumam ...”seperti mau masuk masjid saja ...”.

Kami langsung menuju loket pendaftaran dan menyampaikan maksud kedatangan kami.

Petugas menginformasikan kepada kami untuk menuju ke Ruang Dokter di lantai atas dan sebelumnya kami diminta untuk membayar biaya layanan sebesar 5.000 rupiah.

Kondisi Gedung Baru Puskesmas Jatisampurna memang cukup bersih, pantas saja seluruh pengunjung diminta untuk melepas alas kaki. Antrian pasien tidak terlalu banyak. Kami mendapatkan antrian pasien nomor 5.   Ketika tiba waktu nomor antrian kami, segera kami menuju ke Ruangan Dokter. Di dalam ruangan ada 2 dokter, kami menuju ke salah satu meja dokter yang kosong. Kami dilayani oleh dokter Sri Fitri.

Selanjutnya dokter melakukan pemeriksaan fisik dasar dan wawancara kesehatan. Sesudahnya kami diberikan surat keterangan sehat oleh dokter dan diminta untuk melengkapi dengan pemeriksaan Laboratorium di Rumah Sakit pribadi, atau di rumah sakit yang direkomendasikan oleh Kemenag.

Kami memilih untuk menggunakan Rumah Sakit yang direkomendasikan oleh Kemenag, yaitu Rumah Sakit Hermina Bekasi. Alasan pemilihan rumah sakit tersebut adalah karena biaya paket pemeriksaannya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan Rumah Sakit lainnya.

Medical Checkup

Kami putuskan untuk melakukan Medical Checkup Haji di Rumah Sakit Hermina Bekasi.   Hari Sabtu, tanggal 2 Mei 2015, menjadi hari pilihan kami, sehingga tidak perlu meminta izin meninggalkan tugas kantor. Untuk keperluan cek darah, mulai pukul 10 malam sebelum Medical checkup, kami melakukan puasa. Pagi hari pukul 07.00 Wib kami berangkat ke Rumah Sakit Hermina Bekasi. Situasi jalan yang lancar membuat kami sudah tiba di Rumah Sakit Hermina Bekasi pada pukul 08.00 Wib.

Setibanya di Rumah Sakit Hermina, kami menyerahkan Surat Pengantar yang diberikan Dokter Puskesmas. Petugas rumah sakit kemudian mengarahkan kami ke ruangan khusus Medical checkup.   Di Ruangan medical checkup kami menjumpai banyak orang yang memiliki maksud yang sama dengan kami, yaitu melakukan medical checkup untuk memenuhi persyaratan calon jamaah haji.

Berdasarkan pengamatan kami, ada beberapa orang yang selama proses Medical checkup nampak dipandu dan dibantu oleh orang berseragam.

Ternyata orang berseragam itu adalah petugas KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) yang membantu Jamaah Calon Haji yang bergabung dalam KBIH.   Itulah salah satu kemudahan jika bergabung dengan KBIH, kita mendapatkan panduan dan bimbingan selama mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan keperluan ibadah haji kita.

Sambil menunggu panggilan petugas laboratorium, kami duduk di bangku yang tersedia di selasar rumah sakit dan berbincang-bincang dengan pengunjung rumah sakit lainnya yang ternyata juga calon jamaah haji dari Kota Bekasi. Satu jam menunggu akhirnya kami mendengar suara panggilan. Kami bergegas masuk ke ruangan Laboratorium. Petugas akan mengambil sample darah kami.

Pemeriksaan kemudian berlanjut memberikan wadah air seni dan meminta kami untuk menyerahkan sample air seni ke loket pendaftaran awal. Agak susah juga untuk mendapatkan sample air seni, karena sejak malam kami melakukan puasa.  

Petugas memberikan air mineral untuk memancing kami dapat berkemih, sehingga sample urine dapat kami serahkan kepada petugas.

Akhirnya kami dapat berkemih dan segera menuju ke toilet yang disediakan. Sample urine kami masukkan ke dalam wadah, dan sesudahnya kami berikan pada petugas loket.   Kini tinggal satu lagi pemeriksaan yang harus kami lakukan, Foto Rontgen. Lagi-lagi kami harus ikhlas menunggu antrian.

Kali ini kami harus menunggu agak lama, karena memang proses foto rontgen membutuhkan waktu yang lebih lama ketimbang proses pengambilan sample darah dan sample urine.

Ketika panggilan nomor antrian kami tiba, kami bersegera menuju ke Ruang X-ray untuk melakukan foto rontgen. Sekitar 20 menit waktu yang dibutuhkan di ruang X-ray dan akhirnya semuanya tuntas.   Kami menuju ke Loket kasir untuk melakukan proses pembayaran dan sesudahnya diinformasikan oleh petugas bahwa hasil medical checkup dapat diambil dalam waktu 3 hari ke depan.

Lima hari usai melakukan medical checkup, istri kami menyempatkan diri untuk singgah ke Rumah Sakit Hermina Bekasi saat aktivitas kerjanya berada di kawasan Bekasi. Hasil pemeriksaan Medical Checkup selanjutnya kami kirimkan ke Petugas Puskesmas Kecamatan jatisampurna untuk diinput ke dalam Siskohatkes, setelah sebelumnya menghadap Dokter Sri Fitri untuk mendapatkan saran medis pasca Medical checkup.

Secara umum, berdasarkan hasil laboratorium tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Untuk kami sendiri dokter menyarankan untuk melakukan perubahan pola makan dan meningkatkan olah raga rutin, mengingat kadar kolestrol kami yang relatif sedikit di atas normal.

Khusus untuk istri, diminta untuk melakukan kontrol lanjutan ke Dokter spesialist Paru-Paru karena hasil rontgen mengindikasikan ada flek di hasil rontgen Torak.

Untuk tujuan menurunkan kadar kolestrol, berdasarkan saran yang diberikan oleh rekan dokter di kantor istri bertugas, kami mengkonsumsi obat penurun kolestrol dan tentu saja diimbangi dengan melakukan perubahan pola makan. Salah satu jenis makanan yang harus kami hindari adalah Mie Instan ... makanan pembuka hari yang selama ini menjadi menu wajib sarapan kami.

Istri kami sendiri melakukan kontrol lanjutan ke dokter spesialist Paru-paru di Rumah Sakit Permata Cibubur. Alhamdulillah, berdasarkan pemeriksaan dokter, indikasi adanya flek pada paru-paru tidak terlalu mengkhawatirkan. Dokter Rumah Sakit Permata Cibubur tersebut juga memberikan Surat Rekomendasi Berangkat Haji yang ditujukan untuk Dokter Puskesmas Kecamatan Jatisampurna.

Test Fisik Calon Jamaah Haji

Ternyata tidak cukup hanya dengan pemeriksaan Medical checkup, pihak Puskesmas Kecamatan Jatisampurna mengabarkan kepada kami bahwa seluruh Calon jamaah Haji harus melakukan test fisik yang akan diselenggarakan di Lapangan Kecamatan Jatisampurna. Test fisik ini wajib dilakukan sebagai bagian dari data yang harus dimasukkan ke dalam Siskohatkes.

Jadilah akhirnya pada Hari Sabtu, tanggal 9 mei 2015, kami melakukan test fisik yang disyaratkan tersebut. Jangan berpikir bahwa test fisik yang dilakukan adalah test fisik seperti penerimaan taruna militer .....   test fisik yang dilakukan hanyalah berlari kecil mengelilingi lapangan sebanyak 7 putaran dan kemudian dilakukan pengecekan denyut nadi pra dan pasca kegiatan.

Kami sendiri berpikir bahwa test fisik mengelilingi lapangan sebanyak 7 putaran ini adalah salah satu simulasi aktivitas tawaf yang akan kami lakukan di tanah suci.   Tentunya jika di lapangan ini kita dapat melakukannya dengan baik, maka Insya Allah di tanah suci nanti kita dapat melakukan tawaf dengan baik tanpa ada halangan apapun.

Alhamdulillah, proses test fisik berjalan dengan baik. Kegiatan test fisik yang dimulasi pada pukul 07.00 wib, berakhir tepat pada pukul 09.00 Wib. Satu hal lagi yang kami dapatkan dari proses test fisik, adalah mulai terjalinnya silaturahmi antar calon jamaah haji yang berasal dari Kecamatan Jatisampurna.


 

Vaksin Meningitis

Terkait dengan proses pemeriksaan kesehatan, masih ada satu lagi proses yang harus kami lakukan selaku Calon Jamaah Haji, yaitu Vaksin Meningitis. Kepastian jadwal untuk melakukan vaksin meningitis kami dapatkan pada hari Selasa, 4 Agustus 2015, ketika kami tengah melakukan Manasik Haji Bersama di Asrama Haji Kota Bekasi.

Kami dijadwalkan untuk melakukan vaksin Meningitis yang disyaratkan oleh otoritas Arab Saudi pada hari Rabu, Tanggal 5 Agustus 2015 di Rumah Sakit Hermina Bekasi.

Pagi-pagi pukul 06.00 kami sudah bersiap untuk menuju ke Rumah Sakit Hermina Bekasi. Tidak lupa, istri membawa bekal sarapan ke Rumah Sakit untuk kami santap setiba di Rumah Sakit.

Di Gerbang Rumah Sakit Hermina Bekasi, kami sudah disambut dengan Spanduk Selamat Datang yang dipasang pihak Rumah Sakit Hermina. Masuk ke dalam Lift juga sudah disambut informasi lokasi pelaksanaan Vaksinasi Meningitis.

Tiba di lantai 6 Ruang Serbaguna Rumah Sakit Hermina Bekasi, kami langsung menuju ke Papan Pengumuman yang berisi panduan proses Vaksinasi Meningitis.

Hmmm .... ternyata prosedur pemeriksaannya lumayan panjang. Prosedur pertama, kami melakukan pendaftaran dengan menyerahkan Foto Copy Bukti Setor BPIH dan kepada kami diberikan nomor antrian.

Usai mendapatkan nomor antrian di angka 90, kami kembali ke tempat duduk yang disediakan pihak Rumah Sakit Hermina.

Sambil menunggu panggilan, kami manfaatkan waktu tunggu tersebut untuk menyantap bekal sarapan yang kami bawa dari rumah.

Alhamdulillah, hanya menunggu sekitar 1 jam, akhirnya nomor antrian kami dipanggil oleh petugas. Kami bergegas menuju ke meja petugas, kepada kami diberikan Buku Hijau Kesehatan Haji dan diminta bergeser ke kasir untuk melakukan Pembayaran Biaya Vaksin.

Usai melakukan pembayaran, petugas melakukan input data dan kami dipersilahkan untuk bergeser ke meja pemeriksaan tekanan darah.

Usai pemeriksaan tekanan darah, kami harus antri kembali di area pemeriksaan darah. Ketika petugas di area pemeriksaan darah memanggil, sebelum pengambilan sample darah, kami diminta melakukan pembayaran biaya laboratorium.

Usai pengambilan sample darah, kami kembali harus menunggu proses selanjutnya, yaitu pemeriksaan oleh Dokter untuk memutuskan apakah kami dapat diberikan vaksin Meningitis atau tidak.

Alhamdulillah, saya dan istri tidak ada halangan apapun di sesi pemeriksaan dokter. Dokter Sri Safitri yang melakukan pemeriksaan hasil laboratorium kami, memberikan kesimpulan medis bahwa Kami dapat melanjutkan proses vaksin Meningitis di ruang vaksin.   Kami segera menuju ruang vaksin untuk proses vaksin tersebut.

Usai mendapatkan suntik vaksin meningitis, kami mendapatkan Dokumen Surat Keterangan Vaksinasi.

Sampai disini, proses masih berlanjut dengan proses Validasi di Siskohatkes. Ujian kesabaran masih berlanjut, karena proses validasi masih harus menunggu proses komputer selesai.

Khusus istri tercinta, sebelum dilakukan proses validasi Siskohatkes, dirinya diminta untuk menandatangani Surat pernyataan Jamaah Haji Wanita Usia Subur.

Sementara menunggu proses validasi Siskohatkes, kami ditawarkan untuk mendapatkan suntik vaksinasi influensa yang berguna menambah daya tahan tubuh dari penyakit flu selama berada di tanah suci.  

Mempertimbangkan fisik yang tidak lagi muda dan menyadari selama ini tidak pernah melakukan aktivitas olahraga, kami putuskan untuk mengambil paket vaksinasi influensa. Awalnya kami berpikir biaya vaksin influensa sebesar 150ribu rupiah dapat kami klaim ke kantor, namun saat melakukan pembayaran, ternyata pihak rumah sakit tidak mengeluarkan kuitansi pembayaran. Weleh .... weleh ...., jadilah kami ikhlaskan biaya vaksin influensa tersebut kami tanggung sendiri, toh ... untuk kesehatan pribadi kami sendiri.