^Kembali ke Atas

foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

Ziarah dan Silaturahmi – Tegal

Informasi Jadwal keberangkatan kloter kami akhirnya kami dapatkan. Kami dijadwalkan untuk masuk asrama Haji pada tanggal 25 Agustus 2015. Kami segera melakukan pengaturan jadwal untuk melakukan ziarah ke makam orang tua dan leluhur kami di Tegal dan Blora. Sekaligus pamit, meminta doa restu, serta menyampaikan permohonan untuk berkenan memberikan maaf atas kesalahan yang selama ini kami perbuat kepada kerabat kami yang ada di Tegal dan Blora.

Kami memanfaatkan waktu libur Hari Kemerdekaan untuk melakukan Ziarah dan berkunjung ke kerabat di Tegal dan Blora. Jadwal perjalanan kami susun untuk memastikan waktu dapat kami manfaatkan dengan baik dan efektif.

Perjalanan kami awali dari kediaman kami di Cibubur. Jumat Malam, 14 Agustus 2016 Pukul 20.00 Wib, menggunakan Avanza Kesayangan, kami menuju ke Kota Tegal.   Jarak Cibubur – Tegal adalah sekitar 450 km dengan perkiraan waktu tempuh adalah 5 Jam perjalanan dengan memanfaatkan Jalur Tol yang baru dibuka – Tol Cipali. Kami perkirakan pukul 3 pagi kami sudah tiba di Kota Tegal.

Alhamdulillah, sesuai dengan perkiraan waktu tiba, kami tiba di Desa Jatilawang Tegal pada pukul 3 pagi.   Tiba di rumah Bude Suti – begitu kami memanggil – mata kami langsung terpejam karena lelah dan mengantuk.

Adzan subuh berkumandang, kami menyegerakan bangun dari tidur untuk menunaikan kewajiban Sholat Subuh. Kemudian kami bersiap untuk mengunjungi rumah beberapa kerabat agar mereka tidak keburu meninggalkan rumah untuk menuju ke lokasi kerja.

Kepada kerabat, kami sampaikan niat kami untuk menjalankan ibadah Haji ke tanah suci. Kami meminta doa restu untuk kelancaran ibadah kami serta meminta untuk berkenan memberikan maaf jika ada kesalahan kata dan perbuatan, demi kelancaran ibadah kami di tanah suci.

Pukul 07.00 pagi hari, dengan diantar Pakde Wartib – begitu kami memanggil – kami melakukan ziarah ke makam leluhur kami di pemakaman desa yang berada di areal hutan di pinggir desa.

Berjalan beriringan, kami beserta istri dan anak-anak menuju ke area pemakaman tersebut. Lokasi pemakaman memang unik, berada di dalam kawasan Hutan Jati Perhutani.

Saat ziarah, kami memanjatkan doa untuk Mbah Buyut, Mbah Kakung, serta Mbah Putri kami dan mohon perkenan kepada Allah Subhana Wa Ta’ala untuk melapangkan kubur mereka dan memberikan mereka tempat yang indah di surga.

 

 

Perjalanan kami berlanjut ke kota Slawi untuk menemui salah satu kerabat yang tinggal disana.   Saat masuk waktu makan siang, kami dibawa kerabat kami untuk mengunjungi salah satu tempat makan yang memiliki menu khas, ikan Gabus goreng istimewa.

Lokasi rumah makannya relatif sederhana. Berada di depan pintu masuk area Wisata Waduk Cacaban Kota Tegal. Tepat berada di sisi kali yang airnya bergemericik jernih. Kami lahap bersantap siang disana. “Nikmat luar biasa …. “ itu komentar kami ketika menyantap hidangan ikan goreng dengan sambal istimewa.

Pengalaman santap siang di kawasan waduk Cacaban ini sepertinya menjadi salah satu pengalaman kuliner yang seru dan makyus. Kami catat dalam agenda kami, bahwa saat kunjungan ke Tegal di kegiatan berikutnya, kami harus pastikan mampir ke tempat ini.

Perjalanan ke Kota Blora masih harus menempuh Jarak sekitar 450 kilometer, atau 6 jam perjalanan pada situasi lalu lintas normal. Kondisi tubuh yang lelah, membuat kami putuskan untuk beristirahat sejenak, dan perjalanan kami lanjutkan pada malam hari usai Sholat Isya.