^Kembali ke Atas

foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

Umrah Sunnah - saat Menanti Waktu Pulang

Ketua kloter memberikan informasi kepada seluruh jamaah haji kloter 12 JKS bahwa kami dijadwalkan untuk diberangkatkan ke Bandara King Abdul Azis Jeddah pada tanggal 2 Oktober 2015 malam hari usai sholat isya.

Selanjutnya juga disampaikan bahwa Koper Besar kami harus sudah selesai dipacking pada tanggal 28 September 2015, karena akan dibawa oleh petugas pengiriman bagasi ke Bandara untuk proses Bagasi ke Tanah Air.   Seluruh jamaah haji diingatkan untuk tidak memasukkan air zam-zam ke dalam Koper Besar. Jika pada saat proses x-Ray diketahui ada air zam-zam di dalam koper besar, maka koper besar tersebut akan ditinggal di Bandara agar tidak mengganggu proses bagasi koper besar lainnya.

Atas informasi yang disampaikan oleh ketua kloter, kami beserta istri segera melakukan pengaturan jadwal selama menunggu waktu pemberangkatan ke Tanah air. Sesuai jadwal, kami masih memiliki sisa waktu 5 hari di Kota Mekkah dengan jumlah hari efektif sebanyak 4 hari.

Sisa waktu 4 hari efektif, kami manfaatkan untuk melaksanakan Umrah Sunnah pada tanggal 1 Oktober 2015

Alhamdulillah, rencana kegiatan umrah sunnah juga dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Kami melaksanakan umrah sunnah dengan cara berombongan. Dipimpin oleh salah satu rekan jamaah haji yang selama ini membantu kami dalam setiap tahapan prosesi ibadah haji dan umrah.

Umrah Sunnah kami dilakukan dengan mengambil miqot di Tan’im. Berbeda dengan kegiatan umrah sunnah pertama kami, kali ini perjalanan kami dari Hotel Pemondokan ke Tan’im akan menggunakan Bis yang tersedia di terminal bis jarwal.   Lokasi terminal bis Jarwal jaraknya tidak terlalu jauh. Setiap pulang dan pergi ke masjidil haram, kami selalu melewati terminal bis Jarwal.

Ongkos bis dari Jarwal ke Tan’im hanya 2 real per penumpang. Bis yang digunakan adalah bis SAPTCO yang mirip dengan bis PPD-nya Jakarta.   Setiap penumpang membeli tiket bis di petugas yang ada di area pintu masuk terminal. Saat naik ke bis, tiket kemudian diserahkan ke supir bis sebelum kita duduk di bangku penumpang.

Menjadi pengalaman tersendiri bagi kami dapat mencoba seperti apa transportasi bis umum di kota Mekkah. Alhamdulillah, terima kasih untuk rekan jamaah haji kami yang memberikan kesempatan kami mendapatkan pengalaman seperti ini.

Bila menggunakan Taksi atau angkutan umum sewaan kita diturunkan tak jauh dari pintu masuk masjid Tan’im, maka dengan menggunakan bis, kita akan diturunkan di area keluar masuk bis yang jaraknya cukup lumayan ke pintu masuk masjid Tan’im.

Tiba di Tan’im, kami bersegera masuk ke dalam masjid untuk melaksanakan sholat Sunnah Ihram. Sesudahnya kami mengucapkan niat umrah dan melanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram.

Sepanjang perjalanan dari Tan’im ke Masjidil Haram, kami masing-masing bertalbiyah, bersalawat dan berdoa.

Tiba di Masjidil Haram, kami bersegera menuju ke area tawaf untuk melaksanakan tawaf.

Area tawaf nampak masih dipadati oleh jamaah haji yang sedang melaksanakan tawah sunnah, tawaf umrah, dan tawaf wada. Alhamdulillah, prosesi tawaf dapat berjalan dengan lancar. Lelah usai tawaf sudah pasti.   Kami lanjutkan dengan melaksanakan sholat sunnah tawaf dibelakang maqom Ibrahim, dan sesudahnya berdoa di depan multazam.

Saat berjalan menuju ke area sai, kami sempatkan untuk menghilangkan lelah dengan minum air zam-zam. Tak lupa berdoa saat minum air zam-zam :

“Ya Allah, aku mohon pada-Mu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rizki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit dan kepedihan dengan rahmat-Mu ya Allah Tuhan Yang maha pengasih dari segenap yang pengasih.”

Dari Ibnu Abbas RA, bahwasanya Nabi Muhammad Sallalahu Alaihi Wassalam, bersabda tentang air zam zam yang artinya sebagai berikut “ Sebaik-baiknya air dipermukaan bumi ialah air zam zam, padanya terdapat makanan yang menyegarkan dan padanya terdapat penawar bagi penyakit”.

Zam-Zam berawal dari kisah perjuangan Siti Hajar mencari air untuk minum bayinya Ismail di padang antara bukit Shafa dan Marwah. Setelah bolak-balik tujuh kali antara Shafa dan Marwah ternyata air ditemukan di bawah tendangan tumit Ismail.

Nama Zam-Zam berasal dari teriakan Siti Hajar yang kaget dan berseru “zummi, zummi” (berkumpullah, berkumpullah). Selama lebih dari 4.000 tahun, sumur Zam-Zam telah diminum sekian ratus juta manusia dan ribuan hewan, namun tak pernah kering. Padahal air Zam-Zam gratis dapat diminum sepuasnya dengan sarana dan instalasi air Zam-Zam yang menyebar ke seluruh penjuru Mekah, tetap mengucur deras tak berhenti. Suatu keajaiban dan berkah bagi para jamaah haji yang berkunjung ke rumah Allah.

Berlanjut ke prosesi Sai. Saat tiba di area Sai, ternyata kondisinya juga sudah dipadati oleh jamaah haji. Kami memulai Sai dari Bukit Safa, berjalan menuju Bukit Marwah dan dilakukan sebanyak 7 putaran, dengan akhir sai di Bukit Marwah.

Keharuan menyeruak di hati kami saat kami melafalkan doa di Bukit Marwah sebagai lokasi akhir kami melakukan Sai.

Usai bersai, kami melakukan Tahallul yang menjadi pertanda kami sudah diperbolehkan lagi melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang karena sedang berihram.