^Kembali ke Atas

foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

Jadi Aktivis Kampus – Bikin Lama Kuliah ?

Pada satu kesempatan mendapatkan tugas kantor untuk melakukan interview bagi Pelamar yang mengajukan aplikasi untuk posisi sebagai Management Trainee, saya mendapatkan statement menarik dari salah satu pelamar yang saya interview.

Statement menarik tersebut adalah pernyataan dari salah seorang pelamar yang menyatakan bahwa dirinya selama kuliah tidak aktif dalam kegiatan kampus karena tidak ingin studinya terganggu. Masih menurut pelamar tersebut, Jika kita aktif di organisasi kampus, maka artinya kita harus siap untuk menyelesaikan kuliah dalam jangka waktu yang cukup lama.

Pada waktu itu saya memang mengajukan satu pertanyaan tentang apa aktivitas organisasi yang pernah diikuti oleh sang pelamar. Pertanyaan ini saya ajukan karena saya melihat IPK sang pelamar memang sangat memuaskan, yaitu mencapai IPK 3.25 pada skala 4. Saya berharap IPK yang tinggi tersebut ditunjang dengan pengalaman berorganisasi dari sang pelamar.

Tapi rupanya kekecewaan menghinggapi saya dengan kenyataan bahwa sang kandidat yang memiliki IPK tinggi tersebut, ternyata selama kuliah sama sekali tidak aktif dalam satupun organisasi kemahasiswaan yang ada. Bahkan hanya sekedar menjadi anggota biasapun sang kandidat tidak pernah tercatat dalam satupun organisasi kemahasiswaan. Masih berharap mendapatkan jawaban yang cukup memuaskan, ternyata sang kandidat juga menegaskan bahwa dirinya juga tidak mengikuti organisasi apapun di luar kampus. Bahkan organisasi karang taruna di wilayah tempat tinggalnya, dirinya juga tidak pernah megikutinya.

 

Kekecewaan saya waktu itu memuncak dengan statement yang kandidat yang menyatakan bahwa alasan tidak aktif di organisasi kampus adalah karena tidak mau waktu studinya terhambat, karena dimata sang kandidat, aktif di organisasi kampus artinya adalah harus siap kuliah dalam jangka waktu lama.

Saya sontak tidak membenarkan peryataan sang kandidat bahwa aktif diorganisasi kampus artinya adalah siap lama kuliah dan siap mengganggu studi. Saya memberikan pernyataan bahawa selama kuliah saya adalah aktivis kampus yang aktif dalam kegiatan organisasi kampus dengan aneka ragam kegiatan mulai dari skala internal kampus, hingga skala regional dan nasional. Saya juga sampaikan bahwa aktivitas saya tidak hanya sekedar menjadi anggota biasa, tetapi saya pernah menduduki jabatan sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan, pernah pula menjadi Ketua Senat Fakultas, dan pernah menjadi Kandidat Ketua Senat Universitas. Tapi semua aktivitas organisasi yang saya ikuti tidak sama sekali mengganggu aktivitas kuliah saya. Saya lulus dengan IPK 3.19 dan mampu menyelesaikan kuliah dalam waktu hanya 3 tahun 8 bulan untuk jenjang sarjana. Secara de’facto waktu itu saya adalah Lulusan Tercepat untuk angkatan saya di satu Universitas.

Saya terpaksa harus menyampaikan hal ini, karena saya tidak ingin sang kandidat merasa bahwa pernyataannya adalah ”benar adanya” dan merasa bahwa menjadi aktivis kampus tidak ada manfaatnya sama sekali.

Entahlah bagi orang lain. Hingga kini saya merasa bahwa kondisi saya saat sekarang ini, tidak lepas kiranya dari peran pengalaman yang saya dapatkan selama mengikuti beragam aktivitas organisasi kampus. Saya merasa mendapatkan banyak manfaat dengan mengikuti aktivitas organisasi di kampus.   Saya selalu mendorong orang-orang terdekat saya untuk mendorong anak-anak mereka untuk aktif dalam organisasi kampus sebagai media pembelajaran beragam aspek kemampuan dan intelektual.