^Kembali ke Atas

foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Setiap kali tiba tanggal 1 Muharram, saya selalu mengingat satu kejadian yang tidak dapat saya lupakan. Waktu itu 4 tahun yang lalu, di Perumahan kami tinggal di wilayah Bogor, saya “berkelahi” dengan teman pengurus DKM berkaitan dengan penentuan jenis kegiatan dalam rangka menyambut 1 Muharram.

Ketika itu, dengan latar belakang adanya fakta bahwa peringatan Tahun Baru Islam di lingkungan kami adalah jauh dari suasana gegap gempita, serta bertolak belakang dengan gegap gempitanya masyarakat ketika menyambut Perayaan Tahun Baru Masehi, saya mengusulkan untuk mengadakan kegiatan yang targetnya adalah menanamkan ingatan anak-anak kita bahwa 1 Muharram adalah Tahun Baru milik Umat Islam yang seharusnya dirayakan dengan keriangan, keramaian serta ucapan syukur. Acara yang saya usulkan pada waktu itu adalah kegiatan Pawai Obor.

Tak dinyana tak diduga, pengurus DKM mentah-mentah menolak kegiatan yang saya usulkan dengan satu kalimat yang sesungguhnya tidak saya mengerti, yaitu : “ Nabi Muhammad SAW tidak pernah mencontohkan untuk melakukan kegiatan meyambut 1 Muharram dengan kegiatan Pawai Obor … lebih baik kita melakukan kegiatan tafakur di mesjid …”

Selengkapnya: Nabi Muhammad SAW tidak pernah Pawai Obor  …